Cak Imin Tolak Komentari Surat Yenny Gus Dur

Cak Imin Tolak Komentari Surat Yenny Gus Dur

- detikNews
Sabtu, 16 Jun 2007 16:28 WIB
Jakarta - Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenni Gus Dur telah mengundurkan diri dari Staf Khusus Presiden SBY. Namun, surat pengunduran dirinya kepada SBY yang bocor ke pers masih jadi bahan pembicaraan. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menolak mengomentari hal itu. "Saya tidak mau komentar soal itu," kata Muhaimin alias Cak Imin di sela-sela acara Peluncuran dan Bedah Buku 'Demi Ayat Tuhan' karya Andi M Ramly di Hotel Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2007). Sebelumnya, sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden SBY ditemukan wartawan di Sekretariat DPP PKB Jumat (15/6/2007) kemarin. Surat tanpa tanda tangan Yenni Gus Dur itu berisikan curahan hati dan uneg-uneg Yenni kepada SBY seiring pengunduran dirinya dari staf khusus. Dalam surat itu disebutkan bahwa Yenni mengaku tidak berhasil mendekatkan hubungan antara ayahnya, Gus Dur, dengan Presiden SBY. Upayanya untuk mendekatkan hubungan dua tokoh ini mendapat ganjalan dari orang-orang dekat SBY. Dua nama yang disebut adalah Kurdi Mustofa (sekretaris pribadi SBY) dan Sudi Silalahi (Seskab). Juga disebutkan dalam surat itu bahwa Yenni juga merasa tidak dianggap koleganya di istana sebagai staf khusus SBY. Sementara di kalangan PKB dan NU, Yenni disebut sebagai antek-antek SBY. Dia juga menyinggung mengenai penunjukan Lukman Edy sebagai Menteri PDT menggantikan Saifullah Yusuf. Meski surat itu diyakini banyak pihak bahwa surat itu sebagai surat Yenni kepada SBY, namun Yenni menegaskan bahwa surat itu bukanlan surat dirinya yang dikirimkan kepada SBY. Yenni akan menelusuri mengenai surat yang menghebohkan itu. Sementara itu, saat ditanya apakah Yenni mundur dari staf khusus SBY karena permintaan DPP PKB, Muhaimin membantahnya. "Itu sikap pribadi dia , tidak ada hubungannya dengan kita," kata dia. Untuk diketahui, Yenni telah ditunjuk DPP PKB sebagai sekjen menggantikan Lukman Edy yang telah menjadi menteri. Cak Imin berharap setelah mundur dari lingkaran Istana, Yenni bisa lebih banyak berkonsentrasi mengurus partai. "Ya pastinya, dengan tidak menjadi staf, dia akan memiliki lebih banyak waktu di partai," ujar Cak Imin. (asy/djo)


Berita Terkait