Warga Mindi Tuntut BPLS dan Lapindo Bongkar Overflow
Sabtu, 16 Jun 2007 15:42 WIB
Sidoarjo - 100 warga desa Mindi meminta kepada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan Lapindo Brantas Inc agar segera membongkar overflow yang sudah terpasang di saluran spillway. Mereka demo di tanggul kanal barat, Sabtu (16/6/2007).Aksi ini dilakukan warga karena warga panik luberan lumpur akan mengarah ke arah barat yang bakalan mengenangi desa mereka setelah pembangunan 3 overflow tersebut.Apabila 3 overflow tersebut tidak segera dicabut atau dibongkar, maka 3 desa lainnya yakni Jabon, Kedung Cangkring dan Besuki akan ikut terendam seperti desa sebelumnya.Dalam aksi ini warga menyampaikan 2 tuntutan penting, yakni, warga meminta agar overflow segera ditutup dan pipa yang digunakan untuk overflowdibongkar.Yang kedua, warga meminta kepada phak Lapindo untuk segera meninggikan tanggul kanal. Setelah itu silahkan aliran lumpur diarahkan ke selatan.Salah satu tokoh masyarakat, Gus Rofi'i atau Ahmad Rofi'i Ashudi mengatakan agar peninggian kanal itu jangan menggunakan lumpur yang sudah pekat."Saya mengatakan itu karena kondisi tanggul saat ini sudah mengkhawatirkan dan jarak antara tanggul dan lumpur hanya sekitar 20 cm," ujar Rofi'i kepada detiksurabaya.com.Selain itu Rofi'i juga meminta kepada BPLS untuk memaksimalkan 5 spillway yang sudah ada. Namun menurut Rofi'i, dari 5 spillway yang ada hanya 2 spillway yang masih beroperasi. Sedangkan yang lain rusak dan belum ada perbaikan
(iwd/mar)











































