Buru Teroris, Polisi Gelar Razia di Pelabuhan Merak
Sabtu, 16 Jun 2007 13:45 WIB
Banten - Aparat kepolisian terus memburu kawanan teroris kelompok Abu Dujana yang berhasil melarikan diri dari sergapan Densus 88. Di Pelabuhan Merak, Banten, sekitar 1 SSK aparat polisi disiagakan dan dikerahkan untuk memantau kemungkinan kaburnya para teroris itu ke luar Jawa. Pengamanan di pelabuhan penyeberangan Pulau Jawa - Pulau Sumatera itu melibatkan aparat dari Polres Cilegon dan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Merak. Hingga pukul 13.40 WIB, Sabtu (16/6/2007), aparat masih berjaga dan melakukan razia. Razia dilakukan di pintu masuk Pelabuhan Merak. Semua kendaraan yang masuk pelabuhan untuk menyeberang ke Sumatera itu diperiksa satu per satu, termasuk bus dan truk. Sejumlah aparat tampak membawa alat-alat pendeteksi bahan peledak, seperti metal detector. Selain bersiaga di depan pintu masuk pelabuhan, polisi juga berjaga dan menggelar razia di pintu keluar pelabuhan. Semua kendaraan yang baru saja tiba di pelabuhan Merak dari Bakauheni diperiksa satu per satu. Polisi tampak membawa serta foto-foto para jaringan terorisme. Bus diperiksa dengan ketat, termasuk bagasinya. Begitu juga dengan mobil boks dan mobil pribadi. Komandan KP3 Merak AKP Sujatna mengatakan, berdasarkan prosedur tetap (protap), aparat terus disiagakan di pelabuhan untuk mengantisipasi adanya pelarian teroris-teroris yang belum tertangkap. "Kami siaga terus. Apalagi dulu Imam Samudera juga ditangkap di pelabuhan ini," ujar dia.
(asy/djo)











































