Sejumlah Daerah di Indonesia Masih Rawan Aksi Teror

Sejumlah Daerah di Indonesia Masih Rawan Aksi Teror

- detikNews
Sabtu, 16 Jun 2007 11:59 WIB
Jakarta - Pasca penangkapan Abu Dujana dan Zarkasih, ternyata belum membuat potensi aksi teror di Tanah Air menurun. Sejumlah daerah disebut-sebut masih menjadi target serangan teror baru. "Yang akan jadi test case adalah Jakarta, Medan, Poso, Papua, Ambon dan NTT. Di tingkat lebih global lagi adalah DIY dan Jateng," kata pengamat intelijen Wawan Purwanto dalam diskusi bertajuk 'Menakar Ancaman Terorisme Pasca Penangkapan Abu Dujana' di Jakarta, Sabtu (16/6/2007). Menurutnya, ancaman tersebut berasal dikobarkan para kader kelompok pelaku aksi terorisme. Penangkapan Abu Dujana dan Zarkasih yang diyakini sebagai petinggi kelompok tersebut hanya akan mengurangi ancaman tapi tidak menghilangkan sama sekali. Sebab keduanya sebatas pelaku di lapangan, sementara aktor intelektualnya sejauh ini belum juga dapat ditangkap. Aktor intelektual inilah yang kemudian aktif menyiapkan kekuatan baru, rekrutmen dan doktrinasi paham-paham Jihad yang keliru Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Sisno Adiwinoto, membenarkan analisis di atas. Aparat keamanan sendiri sudah mengetahui data-data anggota kelompok terorisme dimaksud dan kini terus memantau aktifitas mereka yang terkategori punya potensi kejahatan. Hanya saja sejauh ini belum ada cukup bukti kuat untuk dilakukan penangkapan dan pengungkapan. Sebab sesuai aturan perundangan berlaku, mereka baru bisa ditangkap setelah memenuhi 5 unsur kejahatan dan alat bukti. "Yang kita tangkap selalu sudah penuhi unsur dan cukup bukti. Sebelum ada bukti yuridis, kita tidak bisa sentuh. Jadi kita menunggu mereka melakukan sesuatu baru kita tangkap," paparnya. Sebagai contoh ia menyebut penangkapan di Yogyakarta. Penggrebekan kelompok teror yang saat itu tengah memindahkan senjata, diawali dengan proses pengumpulan informasi dan pengintaian yang panjang. "Jadi sebenarnya tidak ada nama baru, semua sudah kami punya datanya. Hanya memang baru dipublikasi setelah ada penangkapan, sehingga terkesan itu nama baru," tambah Sisno. (lh/ddn)


Berita Terkait