Kirbi & Djasri Akan Tagih 'Modal', Harga Mahal Sebuah Ambisi
Sabtu, 16 Jun 2007 10:03 WIB
Jakarta - Sebuah ambisi terkadang memang mahal. Ambisi akan terasa semakin mahal ketika tidak tercapai, padahal sudah banyak uang yang dikeluarkan.Pada saat ambisi tidak tercapai, kecewa adalah perasaan yang wajar. Wajar pula, jika kemudian para purnawirawan jenderal yang sempat menjadi kandidat cawagub DKI Jakarta pendamping Fauzi Bowo, ingin menagih 'modal'.Mayjen Purn Slamet Kirbiyantoro dan Mayjen Purn Djasri Marin berencana menagih 'mahar' yang telah disetorkan ke sejumlah parpol yang tergabung dalam Koalisi Jakarta."Kalau uang hilang, itulah risiko orang yang bermain di dunia politik. Jangan naiflah. Kalau tidak mau rugi ya jangan main," cetus pengamat politik Arbi Sanit.Hal itu disampaikan dia dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (16/6/2007).Ditambahkan dia, pedagang kaki lima yang akan menggelar dagangan saja butuh modal. Karena itu, bila seseorang berniat berkuasa juga butuh modal.Meski demikian, lanjut Arbi, saat dukungan tidak diperoleh, orang yang bersangkutan berhak meminta dana yang telah digelontorkan ke partai."Orang pernah berproses kandidat itu berhak menuntut atau memperkarakan. Ini sih nggak ada aturannya, soalnya ini kan politik liar," tukas pria berambut panjang ini.
(nvt/nvt)











































