Sudut Lain Melihat Syariah

Sudut Lain Melihat Syariah

- detikNews
Sabtu, 16 Jun 2007 09:43 WIB
Jakarta - Pasca reformasi 1998, semangat untuk memperdebatkan dasar negara Pancasila muncul kembali. Berbagai kelompok Islam ektrem menilai syariat Islam cocok diterapkan di Indonesia.Hal itu seperti yang diupayakan Komite Persiapan Penerapan Syariat Islam (KPPSI) di Sulawesi Selatan."Dasar negara kita sudah final, Pancasila. Bukan negara agama. karena itu kita ingin memberikan persepektif lain dari cara pandang pemahaman syariah, yang lebih menghargai keragaman," kata penulis buku, Andi Muawiyah Ramly.Hal itu disampaikan dia kepada detikcom, Sabtu (16/6/2007).Sebagai bentuk pembacaan yang lain tentang syariah, Andi menulis buku buku 'Demi Ayat Tuhan, Upaya KPPSI Menerpakan Syariat Islam' yang tebalnya 687 halaman.Langkah ini dinilai penting karena perdebatan mengenai negara yabng berdasarkan syariat di Indonesia sudah tuntas. Penuntasan itu ada tatkala para funding fathers menetapkan Pancasila sebgai dasar negara."Banyak sekali cara-cara memahami ayat suci Al Quran yang tekstual, padahal kalau dipahami secara komprehensif, maksudnya tidak seperti itu," imbuh Andi.Dia juga menilai, perda-perda yang dituduh sebagai syariat tidaklah benar. Karena sesungguhnya, perda tersebut mengatur mengenai etika dan perilaku moral warga."Nggak ada perda syariat itu. Jadi jangan terlalu takut. Itu kan mengatur soal tindakan dan moral," imbuh Andi.Andi Akan menggelar peluncuran bukunyatersebut di Hotel Accacia, Jl Kramat Raya, Jakarta. Para tokoh bangsa yang konsisten dengan Pancasila dijadwalkan akan turut meramaikan diskusi itu.Tokoh-tokoh itu antara lain Akbar Tanjung, Alwi Shihab, Ketua Umum Tanfid KPPSI Abdul Aziz Kahar Muzakar, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Slamet Effendy Yusuf, mantan Aster Kasad Saurip Kadi, dan Sekjen DPP PKS Anis Matta. (nvt/zal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads