Mayjen Asril Tandjung Juga Tagih Duit Setoran Buat Pilkada
Jumat, 15 Jun 2007 21:47 WIB
Jakarta - Keputusan parpol-parpol di Koalisi Jakarta untuk memilih Prijanto sebagai pendamping Fauzi Bowo berbuntut panjang. Beberapa jenderal purnawirawan yang pernah melamar sebagai kandidat cawagub DKI Jakarta merasa ditipu.Salah satu kandidat, Mayjen Purn Asril Tandjung berencana menagih kembali 'mahar' yang telah disetorkannya parpol."Kalau bisa (duit setoran) diambil lagi. Tapi kita lihat saja nanti," ujar Asril saat dihubungi detikcom, Jumat (15/6/2007).Asril mengatakan, dirinya merasa ditipu dengan keputusan beberapa parpol di Koalisi Jakarta yang memilih figur tidak populer sebagai pendamping Fauzi. Padahal sejak awal, ungkap dia, mengikuti tahapan penjaringan dan telah menyetorkan sejumlah uang ke beberapa parpol yang dilamarnya."Saya ikuti mekanisme yang ditetapkan. Waktu mendaftar saja, saya bayar Rp 10 juta. Tergantung parpolnya. Tapi tiba-tiba ada calon lain yang dipilih, tidak ikut mekanisme yang ditetapkan," kata Asril.Meski mengaku telah menyetorkan sejumlah uang, Asril enggan menyebutkan jumlah yang telah disetorkan agar dirinya lolos menjadi cawagub DKI."Biar saja. Nanti juga ada pembalasan," pungkasnya. Dikabarkan, mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad) ini telah menyetor Rp 3,7 miliar ke PDIP. Selain PDIP, parpol lain yang dilamar Asril adalah Partai Golkar, PPP, PBB, dan PBR.
(rmd/nvt)











































