Aussie: Sukses Besar, RI Bongkar Sindikat Penyelundup Manusia
Jumat, 15 Jun 2007 20:19 WIB
Jakarta - Gembong penyelundup manusia, Abraham Lauhenapessy atau Kapten Bram, telah ditangkap Polri. Australia menyambut baik kabar gembira itu."Peristiwa penangkapan ini tampaknya akan memporakporandakan sindikat utama penyelundupan manusia kawasan ini," kata Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer."Saya ingin turut serta menyampaikan selamat kepada Polri atas satu lagi sukses besar yang merupakan pukulan telak bagi jaringan penyelundup manusia di kawasan kita," imbuhnya.Hal itu disampaikan Farmer dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom dari Kedubes Australia di Jakarta, Jumat (15/6/2007).Farmer mendapatkan informasi, Kapten Bram saat ini berada dalam tahanan Polri. Polisi masih menyelidiki keterlibatannya dalam pelanggaran UU Keimigrasian Indonesia karena telah menyembunyikan, melindungi, atau memberikan akomodasi kepada calon imigran gelap sebelum meninggalkan Indonesia ke Australia.Kapten Bram tertangkap pada 10 Juni 2007 lalu. Dia adalah tersangka pelaku utama pengiriman 83 warga negara Sri Lanka secara ilegal ke Australia pada Februari 2007.Pria itu telah menjadi target utama Australia selama lebih dari 5 tahun, karena diduga sebagai organisator kejahatan tersebut. Penangkapan Bram adalah menyusul penangkapan rekannya, Chandra Babu, pada 7 Mei 2007 di Indonesia.Chandra adalah warga negara Sri Lanka yang diduga gembong utama penyelundupan manusia. Dia juga diduga mengkoordinir penyelundupan ratusan warga Sri Lanka ke Indonesia dan diyakini sebagai organisator kejahatan dari Sri Lanka pada Februari 2007 lalu.
(nvt/nvt)











































