Pimpinan Ngruki: Zulkarnaen Bukan Orang Emosional
Jumat, 15 Jun 2007 19:21 WIB
Solo - Direktur Pesantren Al Mukmin Ngruki, Ustad Wahyuddin, menilai Arif Sunarso alias Zulkarnaen bukanlah tipe orang yang meledak-ledak atau emosional. Semasa nyantri di Ngruki, Solo, Jawa Tengah, Arif adalah siswa pintar, cenderung pendiam dan taat beribadah.Zulkarnaen berasal dari Gebang, Masaran, Sragen, Jawa Tengah. Setelah lulus madrasah ibtidaiyah, dia lalu meneruskan pendidikan tingkat tsanawiyah dan aliyah di Pesantren Al Mukmin dari tahun 1975 hingga 1981."Meskipun tidak menonjol, selama di Ngruki, dia memang masuk sepuluh besar. Dia cenderung pendiam, tapi memang anaknya taat beribadah. Dia sama sekali tidak pernah membuat ulah yang kurang baik selama enam tahun belajar di Al Mukmin," papar Wahyuddin, Jumat (15/6/2007).Setelah lulus, lanjut Wahyuddin, Zulkarnaen kuliah di Jurusan Biologi Fakultas MIPA UGM. Setelah itu Wahyuddin mengaku tidak mengetahui aktivitas Zulkarnaen, karena tidak lagi terkait Al Mukmin. Informasi polisi menyebutkan pada tahun 2002, ketika peledakan Bom Bali I, Zulkarnaen adalah Panglima Askari (tentara) JI.Yang diketahuinya kemudian adalah, Zulkarnaen menikahi Rahayuningtyas alias Ning. Pernikahan itu dijodohkan oleh Yusuf, kakak tertua Rahayuningtyas. Yusuf dan Zulkarnaen memang bersahabat akrab selama nyantri. Apalagi rumah Yusuf hanya berada persis di samping Pesantren Al Mukmin.Anak Tahanan KojiNing bersaudara memang telah ditinggal ayahnya semenjak kecil. Ayahnya, Hasyim, meninggal dalam tahanan pemerintah sebagai narapidana kasus komando jihad (Koji). Setelah Hasyim meninggal, Ny Hasyim mengajak keempat anaknya pindah dari Banjarnegara ke dekat Ngruki.Keempat anaknya itu adalah Yusuf, Widodo, Rahayuningtyas dan Haris Santoso. Yusuf dan Widodo menjadi dokter dan sekarang tinggal di Bekasi, Haris tetap tinggal bersama Ny Hasyim di Ngruki.Semenjak suaminya buron dalam kasus Bom Bali I tahun 2002, Ning juga kembali tinggal di Ngruki bersama Ny Hasyim dan keluarga Haris. Dari keenam anak hasil perkawinannya dengan Zulkarnaen, hanya dua yang diajak Ning tinggal di Ngruki."Setahu saya hanya dua anak saja yang tinggal bersama Ning. Dua lainnya tinggal bersama orangtua Arif (Zulkarnaen) di Sragen. Yang seorang sekarang berada di sebuah pesantren di Cirebon, sedangkan seorang anak lainnya tinggal bersama Yusuf di Bekasi," papar Wahyuddin.
(mbr/sss)











































