LP Anak Tangerang Bebenah Diri Hilangkan Plonco Tahanan
Jumat, 15 Jun 2007 18:05 WIB
Jakarta - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Tangerang, Banten, akan menata diri menjadi LP Anakyang ramah terhadap anak-anak.Hal ini disampaikan oleh Kepala LP Anak Tangerang, Haru Tantoma, dalam perbincangan dengan detikcom, Jum'at (15/6/2007). "Kami berusaha menghilangkan budaya-budaya hidup yang biasa terjadi di LP, seperti perploncoan terhadap penghuni baru," jelasnya.Menurut Haru, untuk narapidana anak yang baru masuk, ada program yang disebut masa pengenalan terhadap lingkungan. Program ini berlangsung selama 12 hari. Selama masa pengenalan ini penghuni baru dikenalkan pada tata tertib di LP. Mereka juga diberitahu tentang hak, kewajiban, larangan dan sanksi selama mereka menghuni lapas anak tersebut.Napi anak ini pun dikenalkan dengan wali anak didik. Bisanya satu wali bertanggung jawab atas 5-10 anak. Wali berasal dari petugas yang memiliki kemampuan sebagai pengayom."Dalam masa pengenalan ini mereka juga dikenalkan dengan penghuni lama, jadi tidak ada unsur perploncoan. Bahkan ada program outbond-nya," bebernya panjang lebar.Sedangkan mengenai fasilitas dan ruangan yang berdesak-desakan, Haru menjelaskan bahwa LP mempunyai toleransi kepadatan penghuni antara 25-30 %."Jadi kalau ada 300 anak, baru overload. Kalau masih 270 masih dalam batas toleransi," jelasnya.Haru juga mengatakan tidak perlu ada "salam tempel" kepada sipir jika hendak berkunjung. "Tidak ada yang seperti itu," tegasnya.Untuk membuktikan hal itu Haru mengundang para wartawan ke LP. "Harus lihat langsung, makanya saya mengundang para wartawan untuk datang dan melihat langsung kondisi di LP,"pungkasnya.
(rdf/nrl)











































