Mayjen Mokodongan Tak Mau Tiru Jenderal Lain Tagih Setoran

Mayjen Mokodongan Tak Mau Tiru Jenderal Lain Tagih Setoran

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2007 17:52 WIB
Jakarta - Jika Mayjen Purn Slamet Kirbiyantoro dan Mayjen Purn Djasri Marin akan menagih kembali duit setoran ke sejumlah parpol Koalisi Jakarta, tidak demikian dengan Mayjen Purn Abdul Wahab Mokodongan. Mantan Kapuspen ABRI (kini TNI) itu memilih pasif menyikapi sikap beberapa parpol di Koalisi Jakarta yang dianggap melakukan 'penipuan'."Saya tidak melakukan apa-apa dan tidak ada urusan atau terkait dengan apa yang hendak dilakukan teman-teman," kata Mokodongan pada detikcom, Jumat (15/6/2007). Mokodongan mengatakan, apa yang dialami dirinya dan sejumlah jenderal yang pernah menjadi kandidat cawagub DKI di sejumlah parpol adalah realitas politik yang harus diterima. Karena karakter parpol di Indonesia, menurut dia, memang demikian. "Saya tidak pernah mengatakan kecewa. Karena memang seperti itulah perilaku parpol yang sering kita rasakan," ujar Mokodongan.Meski demikian, Mokodongan menyayangkan sikap inkonsistensi yang dipraktekkan sejumlah parpol saat melakukan proses penjaringan cawagub DKI. "Sebenarnya mekanisme yang dilakukan sudah baik. Tapi mengapa tiba-tiba orang yang tidak pernah dicalonkan muncul. Pantas jika mengecewakan calon-calon lain yang sudah berdarah-darah mengikuti mekanisme," tuturnya. Mokodongan tidak memungkiri jika dirinya juga telah menyetorkan sejumlah uang ke sejumlah parpol saat mengikuti proses penjaringan cawagub DKI. Namun dia enggan menyebutkan jumlah yang telah disetorkan agar dirinya dapat lolos menjadi cawagub DKI mendampingi Fauzi Bowo."Prinsipnya, kalau kita mau berusaha tidak saja butuh otak, fisik dan hati, tapi juga dana. Tapi saya tidak mau dikait-kaitkan soal duit. Kalau gagal, ya sudah," tukasnya."Secara pribadi saya tidak setitikpun kecewa dengan mekanisme dan keputusan parpol bersama Fauzi Bowo. Saya hormati itu semua, karena mungkin keputusan dengan cara seperti itu yang terbaik menurut mereka," imbuh Mokodongan.Meski demikian, dia menyayangkan mekanisme parpol yang telah berjalan baik sejak awal dan mulai mendapat respons positif dari masyarakat, di ujungnya berubah 180 derajat dengan kemunculan orang yang tidak pernah dicalonkan dan tanpa ikut mekanisme."Disayangkan pula Fauzi Bowo kurang teguh pendirian atas sikap parpol-parpol yang membawanya, mendadak berubah 180 derajat," tandasnya.Mokodongan sempat melamar ke 7 parpol di Koalisi Jakarta untuk menjadi pendamping Fauzi Bowo. Selain ke PDIP, parpol lain yang dilamar adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PDS, PBR, dan PBB. (rmd/nrl)


Berita Terkait