Djasri Marin: Saya Tidak Tahu Penyerangan di PDIP
Jumat, 15 Jun 2007 17:19 WIB
Jakarta - Mantan Danpuspom Mayjen (Purn) Djasri Marin membantah terlibat penyerangan di kantor PDIP, Jalan Tebet Raya, Kamis 14 Juni 2006. Penyerangan itu dikabarkan atas perintah sejumlah purnawirawan jenderal yang kecewa dengan sikap parpol dalam Pilkada DKI. Mereka lalu mengirim debt collector untuk menagih kembali uang yang telah mereka keluarkan."Saya tidak tahu itu. Itu bukan saya, saya tidak terlibat. Tapi apakah nanti saya ikut juga, mungkin saja," tegas Djasri saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (15/6/2007).Djasri mengaku tidak tahu siapa yang mengirim debt collector ke PDIP pada Kamis pukul 19.00 WIB itu.Namun dia mendukung sepenuhnya tindakan tersebut. "Saya sangat mendukung untuk dikembalikan uang itu," tegasnya.Sebelum cagub Fauzi Bowo mengumumkan pendampingnya secara resmi, sejumlah nama santer disebut-sebut bakal mendampingi Foke. Tidak sedikit dana yang dikeluarkan untuk menggolkan mereka. Djasri saja habis sekitar Rp 2 miliar untuk memanjakan 8 parpol yang semula akan mendukungnya.
(umi/nrl)











































