Guru Honor Makassar Tolak Tunjangan Diskriminatif

Guru Honor Makassar Tolak Tunjangan Diskriminatif

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2007 15:36 WIB
Jakarta - Sekitar 100 orang guru honorer Makassar kembali berunjukrasa. Mereka menolak aturan baru tentang tunjangan fungsional yang dinilai diskriminatif.Aksi pengajar yang menamakan diri Ikatan Guru Honor Indonesia (IGHI) ini digelar di depan Monumen Mandala, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, (15/07/2006). Mereka mempersoalkan tunjangan fungsional hanya untuk guru-guru dengan jam mengajar yang tinggi.Dalam aturan baru disebutkan, tunjangan fungsional Rp 200 ribu per minggu diberikan kepada guru yang mengajar sebanyak 24 jam seminggu. Guru honor menolak aturan ini, karena tak menguntungkan guru yang jam mengajarnya rendah. "Kalau jam tatap muka harus 24 jam, berarti yang bakal dapat tunjangan fungsional hanya guru bahasa Indonesia dan matematika. Sementara guru PPKN atau Pendidikan Jasmani tidak akan dapat. Karena dalam kurikulum, jam tatap mukanya hanya 2 jam per minggu," terang Ali Khan, ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IGHI.Usai berorasi, para guru ini lalu membentangkan kain putih sepanjang 40 meter. Di atas kain putih ini, mereka membubuhkan tanda-tangan. Hal ini sebagai bentuk ketidaksepakatan mereka terhadap aturan tunjangan fungsional itu.Rencananya, kain putih ini akan dibentangkan selama 3 hari di depan Monumen Mandala. "Kain ini akan kami bawa ke pusat, dan akan kami perlihatkan bahwa aturan ini memang ditolak di daerah," ujar Ali. (gun/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads