Zarkasih Terlibat Perampokan Gaji PNS Poso Rp 487 Juta
Jumat, 15 Jun 2007 15:22 WIB
Jakarta - Nama Zarkasih dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) tiba-tiba moncer setelah Mabes Polri mengumumkan penangkapannya. Zarkasih atau biasa dipanggil Mbah juga disebut menerima hasil perampokan gaji PNS di kantor Pemda Poso pada 2005 lalu."Besarnya Rp 487 juta," kata Direktur I Bareskrim Mabes Polri Brigjen Suryadharma dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2007).Dari penelusuran detikcom, perampokan itu terjadi pada 1 April 2005 pukul 12.15 Wita. Gaji yang dirampok sebanyak Rp 583 juta. Pelakunya dua pria bercadar ala ninja.Perampokan terjadi di halaman kantor Bupati Poso, Jl Pulau Buru. Saat itu suasana sepi, karena semua pegawai tengah bersiap salat Jumat di masjid.Saat itu pegawai bagian keuangan yang masih berstatus honorer, Iriana, baru turun dari Kijang plat merah nopol DN 49 E. Dia bersama Hamzah baru saja mengambil uang gajian dari BRI di Jl Pulau Sumatera.Begitu turun, langsung saja Iriana didekati dua orang pengendara motor. Mereka langsung merebut tas yang dibawa Iriana.Iriana mempertahankan tas itu sembari berteriak,"Uang! Uang!" Tapi tenaganya kalah kuat. Apalagi salah satu perampok yang menumpang Yamaha RX King itu menodongkan pistol padanya. Akhirnya tas itu amblas digondol perampok.Perampok meninggalkan lokasi dengan menembakkan dua letusan. Orang-orang yang akhirnya tahu adanya perampokan tidak bisa berbuat banyak. Sementara, kolega Iriana yaitu sopir bernama Hamzah, berhasil menyelamatkan diri dengan membawa tas berisi uang Rp 300 juta. Sedangkan petugas Banpol PP setempat yang berusaha mengejar perampok, gagal.
(nrl/umi)











































