Surat dari Libanon
Garuda Temukan Bunker Hisbullah
Jumat, 15 Jun 2007 13:35 WIB
Beirut - Dua buah bunker yang digunakan Hisbullah saat perang lalu, ditemukan oleh Kontingen Garuda (Konga) XXIII-A pada 13 Juni 2007. Personel kontingen Indonesia dipimpin Kapten Tio, melakukan penyisiran didaerah Az Ziqqiyah. Penyisiran tersebut memerlukan beberapa waktu kerena tempat tersebut sangat tersembunyi. Layaknya daerah pertahanan, saat mendekati lokasi terdapat kawat berduri yang dipasang melintang sebelum tiba dibunker tersebut. Demikian keterangan Perwira Penerangan Konga XXIII-A/UNIFIL Mayor Muhammad Irawadi pada detikcom, Jumat (15/6/2007).Tim kecil tersebut berhati-hati memeriksa dengan ekstra hati-hati karena tidak menutup kemungkinan dipasang ranjau. Tim melakukan pengecekan mengikuti jejak kaki yang terlihat di permukaan tanah. Menggunakan naluri intelijen, tim yang berjumlah 5 orang ini akhirnya berhasil menemukan lokasi. Dengan koordinat 728135-686974, bunker tersebut diberi tanda. Terdapat dua buah bunker berada pada tempat yang tidak berjauhan. Karena lokasinya berada di lereng bukit, antara bunker yang satu berada di atas bunker lainnya. Bekas makanan, karung pasir, kelongsong rocket launcher dan air minum kemasan berserakan di dalam bunker tersebut. Ini menunjukan bahwa lubang perlindungan tersebut baru ditinggalkan sekitar 2 bulan yang lalu. Untuk menyakinkan akan kondisi lobang pertahanan tersebut, personel TNI melakukan pemeriksaan ke dalam bunker tersebut. Dengan lebar lubang 2 x 2 meter, terowongan menembus kedalam perut gunung dan memiliki dua saluran (berbentuk T). Kedalaman ruangannya 6 meter ke kiri dan ke kanan. Sedangkan sebuah bunker lainnya merupakan bentuk alami. Namun untuk masuknya ke dalam bunker ini, lubangnya lebih kecil dan tersamar di antara pepohonan. Penemuan terhadap bunker merupakan hal yang sangat khusus. Meskipun masyarakat setempat sudah akrab dan dekat dengan pasukan Indonesia, mereka tidak akan melaporkan hal tersebut. Mereka yang sudah terbiasa dengan konflik bersenjata, paham akan posisi mereka sebagai masyarakat yang harus melindungi diri mereka sendiri. Meskipun di wilayah Libanon Selatan merupakan basis kuatnya Hisbullah namun tidak secara menyeluruh masyarakat mendukung Hisbullah. Berdasarkan data, bukit dan pengunungan yang ada di wilayah selatan Libanon merupakan basis pertahanan dari armed element (Hisbullah) saat perang lalu. Bulan April kontingen Spanyol juga menemukan bunker yang lebih besar dengan kedalaman 20 meter dari permukaan tanah, dengan bangunan beton bertulang. Di dalam bunker tersebut ditemukan senjata peluncur roket dan bubuk bahan peledak yang tersimpan rapih di dalam tong-tong kayu. Daerah penemuan tersebut merupakan AOR (Area of Responsibility) Spanyol yaitu di desa Rachaya Foukhar.
(nrl/nrl)











































