PSB Bikin Ibu-ibu Senewen
Jumat, 15 Jun 2007 11:57 WIB
Jakarta - Penerimaan Siswa Baru (PSB) SMA membuat kaum ibu senewen. Tes yang harus dilakukan siswa di sekolah yang dituju dianggap membuat ribet.Namun di sisi lain, sebagai orangtua, mereka senang bisa mengetahui kemampuan anaknya sehingga bisa menentukan sekolah yang dianggap pas."Emang sih sekarang ribet banget, harus begini harus begitu, dua kali tes. Kita ikut deg-degan. Tapi sekarang kita bisa mendaftarkan anak ke sekolah yang sesuai dengan kemampuannya," kata Ny Ade yang anaknya bersekolah di SMP 216 yang ditemui di sekolah yang berlokasi di Jalan Salemba Raya, Jakarta, Jumat (15/6/2007).Kalau dulu, tutur dia, orangtua memang tidak dibikin repot, tahu beres saja. Tapi dulu orangtua bingung menentukan pilihan sekolah anak karena hasil ujian belum kelihatan. "Dulu kita terima jadi, anak kita misalnya diterima di SMA A atau B," ujar dia.Keunggulan sistem sekarang, menurut Ny Elisa yang anaknya duduk di kelas III sekolah yang sama, orangtua bisa melihat hasil tes anak lewat internet."Meski dua kali kerja, kita tahu semua standar nilai dari SMP-SMA. Kita tahu nilai NEM tertinggi dan terendah. Lewat internet juga bisa," kata dia.Hal senada disampaikan Ny Ani yang kini deg-degan menanti hasil ujian anaknya. "Ya harap-harap cemas, karena kan kita belum lihat nilai anak," katanya.Terkait biaya masuk PSB, Ny Elisa berharap tidak ada pungutan biaya lagi, seperti halnya masuk ke SD atau SMP."SMA harusnya juga sama dong. Biaya masuk sekarang kan mahal banget sampai Rp 10 juta ada. SMP kan nggak bayar karena ada BOS, kecuali yang ada standar internasionalnya," kata Elisa.
(umi/sss)











































