Ba'asyir Berpesan Agar Zulkarnaen Pertahankan Keyakinan

Ba'asyir Berpesan Agar Zulkarnaen Pertahankan Keyakinan

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2007 10:16 WIB
Solo - Setelah penangkapan Abu Dujana, orang yang paling dicari polisi dalam kasus teror di Indonesia adalah Zulkarnaen alias Arif Sunarso. Abu Bakar Ba'asyir berpesan kepadanya agar selalu mempertahankan keyakinan yaitu terus berjuang jika jika memang Zulkarnaen meyakini jalan yang ditempuh itu benar. "Pertahankan keyakinan. Jika memang dia meyakini jalan yang ditempuhnya benar sesuai syariah Islam maka jangan demi keselamatan lalu belak-belok. Tapi jika kemudian menyadari jalannya itu keliru sebaiknya dia bertobat lalu melakukan klarifikasi kepada pemerintah apakah dia benar-benar bertindak seperti yang dituduhkan selama ini." Imbauan tersebut disampaikan oleh Ba'asyir kepada wartawan ketika ditemui wartawan di rumahnya di Kompleks Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jumat (15/6/2007) pagi. Ba'asyir mengaku mengenal Zulkarnaen semenjak menjadi santrinya di Ngruki dan juga ketika berada di Malaysia. Menurut informasi, Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud alias Murshid saat ini diyakini sebagai pimpinan tertinggi jaringan bawah tanah yang diduga sering melakukan kekerasan di Indonesia. Posisi posisi veteran perang Afghanistan dan Moro ini lebih tinggi dibanding Abu Dujana maupun Noordin M Top. Sarwo Edi Nugroho, anggota jaringan yang tertangkap, mengatakan Zulkarnaen biasa dipanggil Mbah (Kakek) karena posisinya sebagai sesepuh kelompok. Saat peledakan Bom Bali I, polisi menyebutnya sebagai Panglima Askar (tentara) JI, namun belakangan posisi itu telah diserahkan kepada Abu Dujana. Sedangkan Zulkarnaen menjadi pimpinan tertinggi. Ba'asyir mengaku pertama kali mengenal Zulkarnaen ketika menjadi santri Al-Mukmin sebagai Arif Sunarso. Lelaki asal Gebang, Masaran, Sragen, itu lalu meneruskan kuliah di UGM Yogyakarta namun ditinggalkannya untuk kemudian bergabung dalam pasukan perang melawan Rusia di Afghanistan. "Saya bertemu lagi dengannya di Malaysia dan beberapa kali bertemu dengannya di forum-forum pengajian. Tapi sekarang saya tidak mengetahui apa kegiatannya," ujar Ba'asyir sembari menambahkan tidak mengetahui apakah tuduhan polisi bahwa Zulkarnaen memimpin kelompok teror itu benar atau salah. Namun ketika ditanya jika memang tuduhan polisi itu benar, Ba'asyir kembali menegaskan semua keputusan berpulang kepada kayakinan Zulkarnaen sendiri. Jika memang dia meyakini langkah yang ditempuh itu benar sesuai syariah Islam maka dia harus mempertahankan keyakinan itu. "Kalau saya pribadi mengatakan langkah itu (kekerasan dengan melakukan peledakan) keliru. Indonesia ini bukan wilayah perang sehingga tidak boleh ada perlawanan dengan senjata. Yang paling tepat dilakukan di sini adalah dakwah. Tapi ini pendapat saya pribadi yang belum tentu benar juga," tegasnya. "Yang perlu juga saya tegaskan, mereka (para pelaku kekerasan) bukan melakukan teror karena sebenarnya mereka melakukan kontra-teror. Niatan mereka bagus hanya saja salah mengambil keputusan. Mereka bermaksud melawan teroris yang sebenarnya yaitu Amerika dan sekutunya. Jadi sebenarnya mereka itu hanya pelaku kriminal biasa," lanjutnya. (mbr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads