Pembalut Handuk pun Jadi

Melongok LP Anak Perempuan (5)

Pembalut Handuk pun Jadi

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2007 08:42 WIB
Jakarta - Sarah (19) tengah mengemasi barang-barangnya yang tidak terlalu banyak. Hanya beberapa potong baju yang ia lipat bertumpuk dengan 5 potong celana pendeknya. Sesekali tangan Sarah membetulkan rambut panjang yang menjuntai menutupi wajah dan mengganggu pekerjaan kecilnya, menata pakaian untuk dimasukkan ke dalam ransel hitam."Hari ini saya bebas," kata gadis asal Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini sumringah. Terlihat senyum mengembang dari bibir tipisnya. Tatapan matanya menerawang penuh harap menuju Sumairah (43), ibunya yang menjemputnya di LP Anak Perempuan, Jl Daan Mogot 28C, Tangerang, Rabu (13/6/2007)Sarah pantas bergumam gembira. Sepanjang 1 tahun 7 bulan yang telah lewat, ia harus merelakan kebebasannya dibatasi dalam ruang tak terlalu luas berukuran 4x5 meter. Itu harus berbagi dengan keempat temannya yang seusia dengan dirinya."Awalnya saya stres. Sering nangis. apalagi pas awal-awal dicuekin, dijudesin sama penghuni lain. Inget rumah terus. Untuk membuat akrab, saya bagi makanan dari ibu yang dikirim setiap minggu," cerita Sarah mengenang hari-hari pertamanya di LP itu.Tak cukup derita mental, ia harus menghadapi tekanan dari sesama sel ketika kali pertama masuk. Menurutnya, seperti mengutip rekan seniornya, Sarah harus diplonco terlebih dahulu. Dibentak, dimarahi hingga kekerasan fisik di kamar mandi."Pernah saya dijambak-jambak sama senior saya di sini. Kepala saya dicelup-celupin ke bak mandi sampai sempat minum beberapa teguk. Saya pasrah saja. Tradisinya sudah begitu. Lapor? Nggak berani. Nanti urusan tambah panjang," papar gadis yang masuk penjara karena narkoba ini.Sarah pun lebih memilih mengikuti tradisi daripada menjadi pemberontak. Termasuk ketika ia datang bulan, ia kebingungan mencari pembalut. Lantas, atas saran dari teman sesama sel, ia gunakan handuk kecil yang tidak sepenuhnya bersih untuk menampung darah kotor itu."Nggak ada di sini softek. Keluarga ngasih pun dilarang oleh petugas. Jadi ya pake handuk saja. Kotor sih. Pernah kemaluan saya gatal-gatal karena handuknya tidak bersih. Sakit banget. Saya dibawa ke dokter khusus tahanan. Perlu seminggu untuk menghilangkan sakit," keluh ia. (Ari/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads