8 Gubernur Hadang Kabut Asap

8 Gubernur Hadang Kabut Asap

- detikNews
Kamis, 14 Jun 2007 18:05 WIB
Jakarta - Berbeda dengan tahun lalu, demi mencegah bencana kebakaran hutan dan kabut asap, kali ini 8 kepala provinsi rawan dilibatkan sejak dini. Sore ini mereka melaporkan kesiapannya.Sejak awal tahun ini, Presiden SBY perintahkan gubernur dan bupati memimpin langsung dan bertanggung jawab atas semua kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan wilayah masing-masing."Sekarang bupati dan gubernur sejak dini kita siapkan. Mereka terlibat mewaspadai prakiraan cuaca, memantau aktivitas hot spot lewat satelit Noah atau patroli rutin. Pusat membantu pendanaan dan peralatan," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (14/6/2007).Hal tersebut ia sampaikan usai sidang kabinet terbatas tentang kesiapan daerah mengantisipasi kebakaran hutan pada musim kemarau tahun ini.Rapat diikuti Wapres Jusuf Kalla, Menlu Hassan Wirajuda, Menko Polhukam Widodo AS, Mentan Anton Apriantono, Menhut MS Kaban, Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto. Deelapan gubernur yang daerahnya tergolong rawan hadir, yakni dari Kaltim, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Sumsel, Riau, Jambi dan Sumut.Ical menjelaskan, tanggung jawab bupati ada pada pencegahan dan penanggulangan di wilayahnya. Bila kebakaran hutan yang terjadi mencakup lebih dari 1 kabupaten, maka tanggung jawab ada di pundak gubernur.Sedangkan untuk peralatan, pemerintah pusat menyiapkan 7 helikoter pemadam. Sebagian merupakan milik Dephut dan sisanya akan disewa dari luar negeri.Sementara pendanaannya, Dephut menyediakan Rp 44 miliar. Depkeu juga menganggarkan dana sampai Rp 100 miliar."Sesuai arahan Menkeu, kita diminta mengajukan permintaan sebelum Juli. Mudah-mudahan dana itu tidak terpakai," sambung Ical.Menhut MS Ka'ban menambahkan, pihaknya yakin target zero hot spot tahun ini bakal tercapai. Sebab dengan segala upaya yang digelar sejak tahun lalu, jumlah hot spot kini merosot tajam."Per Juni ini jumlahnya kurang dari seratus yang tersebar di Kaltim, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Sumsel, Riau, Jambi dan Sumut. Tahun lalu hot spot ada ribuan," ujarnya. (lh/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads