Air Mata Haru Warnai Peringatan Setahun Letusan Merapi
Kamis, 14 Jun 2007 16:58 WIB
Yogyakarta - Tangis haru menitik dari mata Ny Dalijan. Wanita itu tampak khusyuk berdoa tak jauh dari pintu bunker Kaliadem yang tertimbun pasir abu-abu. Kamis (14/6/2007), senja di Yogyakarta dinaungi kabut. Seperti hatinya yang gulana mengenang anak lelakinya, Sudarwanto.Tepat satu tahun yang lalu awan panas Gunung Merapi memakan korban. Dua relawan, Sudarwanto dan Warjono, tewas di bunker yang berada di Kaliadem, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Keduanya tak bisa lari dari terjangan awan panas yang mengepung bunker.Bersama sekitar 300 warga Kaliadem dan mantan relawan sejawat anaknya, Ny Dalijan mengikuti peringatan yang dipusatkan di gedung bundar Kaliadem, yang terletak 200 meter dari bunker. Tampak pula sejumlah pejabat Pemkab Sleman.Pukul 15.30 WIB mereka melakukan doa bersama dan refleksi. Pemkab Sleman kemudian memberi sumbangan kepada keluarga mendiang Sudarwanto dan mendiang Warjono. Ibu Sudarwanto dan kakak kandung Warjono tampak terharu saat menerima sumbangan dari Wakil Bupati Sleman, Sri Purnomo. "Masyarakat kita itu tinggal di daerah yang rawan bencana. Sehingga perlu tingkatkan kewaspadaan. Namun tidak perlu khawatir secara berlebihan," kata Sri Purnomo dalam sambutannya.Usai penyerahan sumbangan, warga melakukan doa bersama, memotong tumpeng, dan menuju bunker Kaliadem. Peringatan itu diakhiri pukul 16.00 WIB.
(fiq/nrl)











































