LSM Dukung Uji Balistik Pasuruan
Kamis, 14 Jun 2007 16:49 WIB
Jakarta - Langkah Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto untuk melakukan uji balistik terhadap senjata anggota Marinir dalam kasus Pasuruan didukung sejumlah LSM. Uji balistik harus dilakukan secara ilmiah."Kami menyambut positif rencana Panglima TNI itu. Ini merupakan perubahan sikap TNI yang positif dibandingkan dengan sikap awal petinggi TNI yang cenderung berat sebelah," kata Koordinator Kontras Usman Hamid.Hal ini disampaikan Usman dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2007). Turut hadir dalam acara itu Direktur Demos Asmara Nababan, ahli balistik Widodo Haryoprawito, dan Dosen Kepolisian UI Bambang Widodo.Menurut dia, uji balistik harus dilakukan secara ilmiah dan bebas dari intervensi politik agar terungkap kebenaran materiil, yaitu dapat mengidentifikasi senjata dari peluru yang ditemukan di tubuh korban, mengetahui arah tembakan apakah tembakan pantulan atau langsung.Selain itu, lanjut Usman, uji balistik harus dilakukan dengan pengujian senjata dan penggunaannya oleh para pelaku di TKP.Dikatakan dia, uji balistik harus melibatkan warga, saksi, korban, dan ahli balistik dan ahli forensik serta Komnas HAM.Direktur Demos Asmara Nababan menyesalkan adanya uji balistik yang dilakukan tim penyidik yang dilakukan di Markas Korps Marinir Cilandak. Padahal uji balistik itu tidak sesuai dengan lokasi peristiwa terjadi dan juga senjatanya."Intinya kita menolak kalau uji coba di Cilandak itu dijadikan alasan bahwa itu tembakan pantulan. Tidak bisa seperti itu, harus menggunakan uji balistik di TKP, senjata dan peluru yang sama saat kejadian. Kalau di Cilandak kondisinya beda dan bisa dikatakan pembohongan kepada publik," terang dia.
(aan/sss)











































