Amien: Ada Konfrontasi Prestise dalam Interpelasi Iran
Kamis, 14 Jun 2007 15:15 WIB
Semarang - Mantan Ketua MPR Amien Rais mengatakan interpelasi telah menjadi isu liar. Ada konfrontasi prestise antara Presiden dan DPR yang membuat proses politik berjalan tak sesuai relnya. "Baik presiden maupun DPR sama-sama ingin menang sendiri. Kalau politik sudah memakai ilmu "pokoknya" ya repot," kata Amien sebelum menjadi pembicara dalam Seminar Quo Vadis Pendidikan di Hotel Patrajasa, Semarang, Jalan Sisingamangaraja, Kamis (14/6/2007). Amien menjelaskan, gara-gara interpelasi soal Iran, hubungan DPR dan presiden sedikit tegang. Apalagi presiden tidak hadir dan hanya mewakilkan sejumlah menteri dalam interpelasi itu. DPR pun sempat marah. Kemudian, lanjut Amien, DPR kembali merencanakan interpelasi soal lumpur Lapindo. "Ini akan jadi centang-perentang yang tak habis-habis. Apalagi kalau dikait-kaitkan dengan Pemilu 2009," ungkapnya. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengusulkan, fraksi-fraksi di DPR mengambil langkah arif. Mereka harus duduk bersama dengan kepala dingin agar suhu politik turun. "Kalau perang prestise diterus-teruskan, masalah-masalah yang berkait dengan rakyat secara langsung malah terbengkalai," katanya. Amien juga berharap presiden atau wakil presiden mau menemui DPR baik di dalam maupun di luar ruang politik. Dengan cara seperti itu, rakyat tidak kena ekses konflik politik yang sama sekali tidak bermanfaat. Soal dana DKP, Amien tak bicara banyak. Ia hanya mengatakan telah diperiksa di KPK dan untuk selanjutnya ia menunggu proses hukum.
(try/nrl)











































