Perahu Nelayan Teronggok di Kantor Freddy Numberi
Kamis, 14 Jun 2007 12:38 WIB
Jakarta - Tidak ada gelombang pasang maupun angin kencang, namun sebuah perahu nelayan warna warni tampak terparkir di depan pintu gerbang kantor Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.Perahu nelayan yang terbuat dari karton aneka warna ini diusung oleh 100 orang dari Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Antrak) saat mendemo kantor Departemen Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2007).Perahu itu digambarkan dalam aksi teatrikal. Seorang pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jins berbaring terlentang. Tubuhnya dikelilingi karton warna warni. Ada coklat, biru, putih. Ada ruang kemudi layaknya perahu."Ini menggambarkan Departemen Kelautan dan Perikanan yang tidak beres," kata Ketua Antrak Ibnu Hidayat.Massa menuntut agar korupsi DKP diusut tuntas dan meminta Freddy memberikan klarifikasi seputar dana nonbujeter yang dipungut ke dinas-dinas di seluruh Indonesia sejak 25 Oktober 2004 hingga 5 Desember 2006.Selain orasi, massa juga membagi-bagikan stiker warna putih kepada pengendara yang melintas di sepanjang jalan itu. Stiker itu bertuliskan "Tangkap dan adili koruptor" dan "Dana nonbujeter DKP masih mengalir ke mana-mana, kok Pak Freddy tidak diusut. Ikan saja bisa ngomong, tanya kenapa?"."Yang mau Freddy diadili, angkat tangan. Seret...seret... Freddy sekarang juga," teriak mereka.6 Perwakilan demonstran kemudian diterima Kepala Biro Umum DKP Aji Suwarso. Namun niat massa bertemu Freddy ditolak. "Seharusnya ke KPK, bukan ke sini," anjur Aji.
(aan/sss)











































