SBY Batal Datang, Perluasan Lapangan Terbang di Aru Distop
Kamis, 14 Jun 2007 10:43 WIB
Ambon - Presiden SBY batal meresmikan perusahaan perikanan terbesar di Indonesia, Benjina Resourch, di Kepulauan Aru, Maluku. Buntutnya, Pemda Kabupaten Aru, pun menghentikan perluasan lapangan terbang (lapter) yang akan digunakan untuk pendaratan pesawat presiden. "Pengerjaan Lapter sudah kami hentikan karena Presiden batal ke Benjina. Padahal kami sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatangan Presiden. Pengerjaan sudah sekitar 75 persen," ungkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, kepada wartawan di Ambon, Kamis (14/6/2007).Tengko menambahkan, batalnya kunjungan SBY tersebut membuat masyarakat Aru khususnya di kepulauan Benjina sangat kecewa. Namun Tengko mengaku tidak tahu alasan pembatalan kunjungan SBY tersebut."Jangankan warga, kami pemda Aru sangat kecewa denganpembatalan itu," ungkap Tenggo.Ungkapan kekecewaan juga disampaikan anggota DPRD asal Aru, Benhur Watubun. Menurutnya hal ini akan berdampak pada investasi dan pembangunan di daerah Aru. "Konsistensi pemerintah pusat terhadap kehidupan warga di daerah perbatasandan terpencil patut dipertanyakan," kesal WatubunGubernur Maluku, Karel Alberth Ralahalu membenarkan berita mengenai pembatalan kunjungan SBY ke Benjina tersebut. Alberth juga mengaku tidak tahu alasan di balik batalnya kunjungan SBY itu.
(han/djo)











































