Mahasiswa Korban Skorsing Rektor ITS Kembali Datangi DPR
Kamis, 14 Jun 2007 09:08 WIB
Jakarta - Genap empat hari Yuliani (24) berada di Jakarta. Bersama dua temannya, mahasiswi tingkat akhir Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu tengah memperjuangkan masa depan pendidikan mereka yang terancam skorsing oleh rektor. Mereka pun kembali mendatangi DPR."Hari ini kami akan ke DPR lagi. Kami ingin lihat langsung rapat kerja Komisi X dengan Mendiknas," kata Yuliani kepada detikcom, Kamis (14/6/2007).Yuliani dan dua temannya, Tomy Dwinta Ginting dan Benny Ihwani, dituding mencemarkan nama baik kampus saat melakukan aksi demonstrasi bertema menggugat perselingkuhan pemodal-pemerintah-kampus dalam kasus lumpur Lapindo, di depan Gedung Rektorat ITS, Surabaya, 6 Maret 2007.Sanksi skorsing dijatuhkan Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD pada tanggal 16 Mei 2007. SK No 2908/12/KM/2007 memberlakukan skorsing hingga 31 Desember 2007 atau 2 semester. Skorsing itu pun menggagalkan sidang skripsi Yuliani yang mestinya dilangsungkan pada 24 Mei 2007 lalu.Sebelumnya, Yuliani dkk mendatangi Komnas HAM pada Senin, 11 Juni 2007 dan Komisi X DPR pada Selasa 12 Juni 2007. Mereka juga sempat berdemo di depan Kantor Depdiknas pada Rabu 13 Juni 2007.Menurut Yuliani, hasil pertemuan dengan sejumlah anggota Komisi X DPR pada Selasa 12 Juni 2007 menyebutkan rencana DPR meminta klarifikasi langsung pada Mendiknas Bambang Sudibyo. "DPR menjanjikan untuk mengklarifikasi langsung ke Mendiknas pada hari ini, benar tidak ada tindakan sewenang-wenang DPR. Kasus ini kan sudah cukup sering terjadi," ujar perempuan berjilbab ini.
(fiq/nrl)











































