Insiden Abu Dujana Bikin Downer Dipanggil Parlemen

Insiden Abu Dujana Bikin Downer Dipanggil Parlemen

- detikNews
Kamis, 14 Jun 2007 09:05 WIB
Jakarta - Senin (11/6/2007) lalu, Mabes Polri masih bungkam tentang Abu Dujana. Tapi dari Australia, Menlu Alexander Downer telah membenarkannya.Omongan Downer itu dimuat di media Australia pada Senin dan Selasa. Pada Selasa (12/6/2007) siang, buru-buru Dubes Australia di Jakarta, Bill Farmer, bertandang ke Mabes Polri dan meluruskan pernyataan bosnya.Pernyataan Downer ini tak hanya membuat Mabes Polri kesal, tapi juga membuat publik Indonesia merasa dianaktirikan. Kok Mabes Polri lebih mendahulukan memberi informasi Australia sih ketimbang bangsa sendiri.Pada Rabu (13/6/2007) kemarin, baru Mabes Polri menggelar jumpa pers, membenarkan Yusron Mahmudi alias Mahmud adalah Abu Dujana.Rupanya kemarahan di Indonesia didengar oleh parlemen Australia. Anggota Partai Buruh di parlemen pun meminta Downer dipanggil. Downer beruntung karena dia dipanggil saat Mabes Polri telah membenarkan bahwa tangkapannya itu telah dibekuk Polri. Alhasil, Downer pun banyak memuji kinerja Mabes Polri di depan parlemen Australia. "Ini adalah pencapaian pemerintah Indonesia yang hebat," katanya seperti dilansir theage.com, Rabu (13/4/2007) waktu setempat.Pada Senin lalu, Downer memastikan penangkapan Abu Dujana. "Saya dapat memastikan, itu seperti yang pejabat Indonesia katakan," kata Downer pada Sky News dan dilansir berbagai media lainnya.Mabes Polri menyangkal telah memberitahu Australia lebih dulu tentang penangkapan itu. Kapolri Jenderal Sutanto juga mendapat pertanyaan dari wartawan: Pak, ada kesan di masyarakat, polisi lebih mengutamakan Australia daripada masyarakat Indonesia karena ternyata pemerintah Australia lebih tahu dahulu bahwa yang ditangkap adalah Abu Dujana.Kapolri lantas menjawab, "Ya tolonglah itu diluruskan, jangan sampai kita sudah berusaha kita melakukan penyelidikan bertahun-tahun, tenaga, waktu, biaya, sudah dikeluarkan. Tentu kita ingin berhasil. Ini kan jaringan. Sudah ada 8 orang semuanya yang kita tangkap." (nrl/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads