RI Usul Rotasi Tempat Sidang Konferensi Buruh Internasional
Kamis, 14 Jun 2007 06:40 WIB
Jenewa, Swiss - Delegasi Indonesia yang hadir dalam sidang International Labour Conference (ILC) ke-96 mengusulkan perlunya dilakukan reformasi pada badan dunia International Labour Organisation (ILO). Salah satunya dengan merotasi tempat sidang ILC yang selalu diselenggarakan di Jenewa, Swiss.Usulan itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno yang menjadi pimpinan delegasi Indonesia dalam pidatonya di depan perwakilan negara-negara anggota ILO."Rotasi penyelenggaraan ILC khususnya di negara-negara berkembang diperlukan untuk lebih mendekatkan pembahasan isu-isu ketenagakerjaan dengan perkembangan yang terjadi di lapangan," kata Erman dalam siaran pers yang yang diterima detikcom dari Perutusan Tetap RI pada PBB di Jenewa, Swiss, , Kamis (14/6/2007).Selain itu, Erman menyebutkan, reformasi ILO harus ditekankan pada pentingnya penguatan kerjasama antara ILO dengan badan-badan internasional lainnya.Usulan mengenai rotasi tempat sidang ILC ini merupakan yang pertama kalinya disampaikan sejak tahun 1945. Sebelumnya pada tahun 1919 sampai dengan 1945, sidang ILC memang pernah beberapa kali digelar di luar Jenewa karena pindahnya markas ILO dan situasi darurat perang.Namun setelah perang dunia ke-2, sidang ILC selalu diselenggarakan di Jenewa dan sudah dianggap menjadi tradisi ritual tahunan ILO. Konstitusi ILO sesungguhnya tidak mengatur bahwa sidang ILC harus diselenggarakan di Jenewa tempat markas besar ILO berada.
(bal/rmd)










































