Laporan dari Oslo
Johansen: Makin Banyak Orang Norwegia ke Indonesia
Kamis, 14 Jun 2007 02:21 WIB
Oslo - Indonesia telah mengalami perubahan luarbiasa besar dalam sepuluh tahun terakhir. Selain investasi, orang Norwegia juga makin banyak yang berwisata ke Indonesia.Hal itu disampaikan Deputi Menteri Luar Negeri Norwegia Tale Raymond Johansen pada pembukaan Indonesian Cultural and Culinary Festival: Bali & Beyond, yang mulai digelar di Koncerthus Oslo, 11/6/2007. Promosi ini diselenggarakan bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) dan PATA Cabang Norwegia. Selanjutnya akan disusul dengan Wikstrom Verden Travel Fair di Oslo (21/6/2007), lalu dalam forum serupa di Kragero (23/6/2007), dan Stor Martnan Fair di Trondheim (26-28/6/2007) mendatang.Dalam sambutannya Johansen mengatakan bahwa rangkaian promosi pariwisata dan kebudayaan tersebut merefleksikan hubungan Norwegia-Indonesia saat ini. "Hubungan yang istimewa dan sangat mendalam, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah," tegas Johansen, senada dengan penilaian Retno sebelumnya.Johansen menegaskan bahwa Indonesia telah mengalami perubahan luarbiasa besar dalam sepuluh tahun terakhir dan memainkan peranan penting regional dan internasional. "Indonesia juga mengalami kebangkitan kembali ekonomi, yang menawarkan peluang besar untuk investasi asing dan kerjasama bilateral lebih lanjut. Sejumlah perusahaan Norwegia saat ini sudah beroperasi di Indonesia dan saya yakin bahwa akan menyusul lebih banyak lagi," tandas Johansen.Selain itu Johansen juga menggarisbawahi bahwa bagi Norwegia Indonesia tidak hanya menarik di bidang investasi tetapi juga pariwisata. Menurut dia, Bali "Pulau Dewata" adalah tujuan liburan yang populer bagi kebanyakan orang Norwegia, meskipun bagian-bagian lain di Indonesia juga mulai menjadi lebih populer. "Saya yakin bahwa jumlah wisatawan akan terus meningkat seiring dengan makin banyaknya orang Norwegia yang memutuskan untuk menjelajahi kemolekan Indonesia yang terpendam," ujarnya.Ditambahkan, bahwa Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan mayoritas muslim, merupakan contoh dari toleransi dan multikulturalisme. Indonesia juga terkenal di dunia dengan 17.000 pulau-pulaunya yang hijau dan subur, keindahan alamnya, tradisi, dan keramahtamahan penduduknya.MeningkatJohansen mengungkapkan, saat ini Norwegia dan Indonesia bekerjasama secara erat dalam sejumlah bidang, dan hubungan bilateral kedua negara meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir. "Kami juga merasa mendapat kehormatan atas kunjungan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Norwegia pada September tahun lalu, dan PM Stoltenberg menikmati secara mendalam kunjungannya ke Indonesia Maret 2007 lalu. Menlu kita juga telah bertemu dalam sejumlah kesempatan," papar politikus dari Partai Buruh Norwegia itu.Dikatakan, orang juga dapat menilai bahwa hubungan Norwegia-Indonesia dalam sejumlah hal merupakan sebuah contoh istimewa dari globalisasi: sebuah negara kecil di Utara dan sebuah negara besar di Selatan bekerjasama dalam skup luas sejumlah kepentingan, mulai dari non-proliferasi, WTO, reformasi PBB, hingga masalah global perubahan iklim. Di samping itu Norwegia-Indonesia juga menyelenggarakan dialog tahunan bidang HAM dan bersama-sama menggelar Global Inter-Media Dialogue (GIMD) ke-2 pekan lalu di Oslo. Acara tersebut menghimpun 100 wartawan dari 51 negara, di mana mereka bertemu untuk mendiskusikan tantangan-tantangan terkait kebebasan berekspresi dan peran serta tanggung jawab media dalam sebuah dunia yang multikultural.
(es/es)











































