Laporan dari Oslo
Bali & Beyond, Membidik 5,9 Juta Perjalanan
Kamis, 14 Jun 2007 02:18 WIB
Oslo - Pendapatan per kapita: US$47.800, tertinggi kedua di dunia. Setahun melakukan 5,9 juta kali perjalanan berlibur ke luarnegeri. Kini dicoba dialihkan ke Indonesia.Potensi besar yang dimiliki Norwegia itu digarap KBRI Oslo dengan menggelar promosi gencar pariwisata dengan tema Indonesian Cultural and Culinary Festival: Bali & Beyond, yang mulai digelar di Koncerthus Oslo, 11/6/2007. Promosi ini diselenggarakan bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) dan PATA Cabang Norwegia. Selanjutnya akan disusul dengan Wikstrom Verden Travel Fair di Oslo (21/6/2007), lalu dalam forum serupa di Kragero (23/6/2007), dan Stor Martnan Fair di Trondheim (26-28/6/2007) mendatang.Geberan promosi bertujuan agar arus perjalanan warga Norwegia yang tinggi itu bisa direbut sebagian untuk dialirkan ke Indonesia. Tahun lalu jumlah wisatawan Norwegia yang berlibur ke Indonesia sudah tembus 14.000 orang dengan visa dan sekitar 19.000 memanfaatkan fasilitas Visa on Arrival (VoA).Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa modal penting ke arah itu sudah ada, yakni hubungan bilateral Indonesia-Norwegia saat ini sudah terbentuk sangat mantap."Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, bahwa Indonesia dan Norwegia memiliki hubungan sedemikian istimewa seperti yang kita saksikan dan rasakan sekarang," tandas Retno di depan Deputi Menlu Norwegia Tale Raymond Johansen, dubes negara-negara sahabat, masyarakat travel dan high society Oslo, yang memenuhi Koncerthus hingga ke balkon.Menurut Retno, tantangannya kini tinggal bagaimana meningkatkan hubungan antarrakyat (people to people) Indonesia-Norwegia, agar tercipta saling mengenal dan memahami satu sama lain.Retno mengilustrasikan, bahwa beberapa tahun lalu bila rata-rata orang Indonesia ditanya tentang Norwegia, jawabannya akan sederhana, "Norwegia adalah sebuah negara di ujung utara Eropa, yang udaranya sangat dingin," Demikian halnya dengan rata-rata orang Norwegia, jawabannya akan, "Indonesia adalah negara di Selatan, yang sangat jauh dan udaranya hangat,"Namun, kata Retno, itu dulu. Kini kedua negara praktis hanya terpisah secara geografis saja. Untuk semakin mendekatkan rakyat kedua negara itulah dihadirkan kemolekan kebudayaan Indonesia dengan Tari Tarunajaya, Tari Cenderawasih (Bali), Tari Kandagan (Jawa Barat), Tari Saman (Aceh), konser angklung serta ditutup dengan resepsi makanan Indonesia.Retno menekankan bahwa Bali adalah satu ikon tujuan wisata dunia, namun Indonesia absolut bukan hanya Bali. Masih ada 17.000 pulau lebih yang kaya keragaman kebudayaan. "Saya berharap persembahan kami akan memuaskan dan cukup mengesankan untuk Anda, menuju apa yang saya harapkan: kunjungan anda sendiri ke Indonesia," demikian Retno.
(es/es)











































