Garda Bangsa Tuntut PKB Investigasi Peras Cagub

Garda Bangsa Tuntut PKB Investigasi Peras Cagub

- detikNews
Kamis, 14 Jun 2007 00:08 WIB
Jakarta - Bergabungnya PKB ke Koalisi Jakarta pada detik-detik terakhir ternyata masih meninggalkan persoalan. Salah satu kandidat yang gagal maju sebagai calon pada Pilkada DKI melalui parpol tersebut menuding kegagalan itu karena 'gagal setor'. Ormas Garda Bangsa membantah tudingan itu. Bahkan Badan Otonom PKB ini menuntut dilakukannya investigasi terhadap tudingan yang dilakukan salah satu mantan kandidat tersebut."Kami meminta DPP PKB secepatnya membentuk tim investigasi terhadap kebenaran tudingan itu yang beritanya telah dimuat dalam media," kata Ketua DPW Garda Bangsa, M Husni Muchsin, sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Rabu (13/6/2007).Husni mengatakan, pernyataan yang dilakukan mantan kandidat tersebut secara tidak langsung telah merusak citra PKB sebagai parpol yang mengusung nilai-nilai kebangsaan. Bahkan Garda Bangsa, lanjut dia, meminta bekas kandidat tersebut dapat membuktikan tudingannya."Kami meminta semua pihak yang terkait dengan masalah tersebut untuk terbuka memberikan keterangan dan penjelasan mengenai berita yang telah dimuat media massa," ujarnya. Garda Bangsa, menurut dia, juga meminta DPP PKB untuk dapat bersikap tegas terhadap jajaran pengurusnya jika ternyata tudingan itu benar."Kami meminta DPP PKB agar bersikap tegas dan bijak jika hasil investigasi ternyata tudingan itu benar," pungkas Husni.Sebelum memutuskan bergabung dengan Koalisi Jakarta mendukung pencalonan Fauzi Bowo sebagai cagub DKI, PKB terlebih dahulu memutuskan mengusung pasangan Sarwono Kusumaatmadja-Jeffrie Geovanie. Bahkan dikabarkan, dukungan PKB terhadap Sarwono dikuatkan dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) pencalonan dari partai berlambang sembilan bintang tersebut. Namun pada detik-detik terakhir menjelang penutupan pendaftaran cagub-cawagub pada 7 Juni lalu, arah dukungan PKB secara tiba-tiba berubah dua kali, yaitu beralih kepada pasangan Agum Gumelar-Didik J Rachbini, lalu final bergabung ke Koalisi Jakarta. (rmd/bal)


Berita Terkait