Percuma Tanya pada Keluarga tentang Abu Dujana
Rabu, 13 Jun 2007 20:01 WIB
Bandung - Aenul Bahri alias Abu Dujana yang pendiam dan jarang bergaul, membuat keluarga tidak mengetahui sepak terjang anak ke 8 dari 9 bersaudara itu sejak kecil hingga dewasa. Oleh karenanya, percuma jika mencari tahu sosok Aenul dari kerabatnya.Hal itu disampaikan tetangga yang juga kerabat jauh Aenul Bahri, M Abas (70). Menurutnya Aen panggilan Aenul Bahri sejak kecil tidak pernah bergaul baik dengan tetangga maupun saudaranya. "Saya yakin, bapaknya maupun kakak-kakaknya tidak akan tahu banyak tentang Aen. Percuma saja kalian bertanya pada mereka, pasti jawabnya tidak akan banyak," ujar Abas saat ditemui di kediamannya di RT 2 RW 10 Kampung Cisadang Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung, Rabu (13/6/2007).Menurut sepengetahuan Abas, Aen kecil jarang keluar rumah. Hobinya membaca dan mengaji. "Setiap pulang sekolah dari Tsanawiyah, dia hanya mendekam di kamar dan membaca. Di saku celananya saja sering saya lihat terselip buku," katanya.Selepas dari madrasah Tsanawiyyah yang lokasinya tidak jauh dari kampungnya itu, Aen meneruskan ke pesantren di Cibeureum, Cimahi. "Kakaknya sering membeli keperluan buat Aen setiap bulannya ke warung saya. Paling-paling hanya membeli ikan asin peda dan beras," tutur Abas."Yang saya tahu setelah sekolah di Cibeureum dia langsung pergi ke Malaysia tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bapak ibunya baru tahu dia di Malaysia setelah beberapa tahun setelahnya. Bahkan mereka sudah menganggap dia hilang," katanya.Karena terlalu lama kehilangan kontak itulah, kata Abas,membuat keluarga Aenul tidak mengetahui perilaku anaknya di luar. "Dia jadi begini kan akibat pergaulan dari luar, bukan karena didikan orang tuanya," pungkas dia.
(ern/bal)











































