Juwono: Menlu AS Minta Kongres Tidak Terapkan Restriksi
Rabu, 13 Jun 2007 17:55 WIB
Jakarta - Ketar-ketir TNI atas rencana restriksi (pembatasan) bantuan militer dari Amerika Serikat (AS) tidak akan berlangsung lama. Sebab Menlu AS Condoleezza Rice meminta pada Kongres AS agar restriksi tersebut tidak diterapkan."Berita terakhir restriksi tidak jadi, karena Menlu AS Condoleezza Rice sudah campur tangan, dan menyampaikan bahasa restriksi untuk 2008 tidak perlu diterapkan," kata Juwono usai rapat kerja dengan Pansus Bahan Kimia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/6/2007).Namun, kata Juwono, ada tiga syarat yang diminta Rice agar restriksi itu urung. Pertama, Indonesia menjelaskan tentang peristiwa Timtim dengan lengkap. Terutama soal tanggung jawab komandan saat itu, Wiranto. Kedua, Rice meminta penjelasan tentang reformasi TNI yang lebih transparan. Ketiga, penertiban bisnis TNI."Saya ulangi, ini bukan embargo, tapi restriksi terbatas terhadap bantuan militer AS bagi Indonesia untuk tahun depan," kata Juwono.Menurut Juwono, wacana pembatasan pemberian bantuan militer sejumlah US$ 6 juta baru sebatas keputusan yang ada di sub komite dari satu badan legislasi. Bukan pada komite penuh. Karena itu Indonesia tidak perlu khawatir karena jalan restriksi ditetapkan sebagai keputusan pemerintah AS masih panjang."Jadi masih panjang, sampai dengan sidang gabungan Kongres dan Senat AS. Masih banyak anggota Kongres yang bersimpati pada kita dan mau menerima penjelasan kita," kilahnya.
(fiq/nrl)











































