AS Ancam Restriksi Bantuan Militer, Panglima TNI EGP
Rabu, 13 Jun 2007 17:31 WIB
Jakarta - Panglima TNI tak takut dengan ancaman restriksi (pembatasan) bantuan militer untuk Indonesia oleh Kongres AS. Toh, Indonesia bisa belanja dari negara-negara lain."Emangnya gue pikirin (EGP). Itu kan urusan di sana," cetus Djoko sambil tersenyum usai mengikuti raker dengan Komisi I DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2007).Djoko menambahkan, Indonesia tidak akan tergantung pada satu negara dalam pengadaan alutsista dan suku cadangnya. "Kita kan masih bisa belanja dari tempat lain. Toko lain kan masih banyak," jelas Djoko tersenyum lagi.Dalam rapat kerja dengan Komisi I itu, Panglima TNI juga sempat ditanya mengenai restriksi itu. Panglima pun menjelaskan sudah berkomunikasi dengan Kedubes AS untuk Indonesia."Restriksi itu terkait masalah hukum di masa lalu yakni kasus Papua dan Timor Timur. Bukan karena kasus Pasuruan," kata Djoko kepada anggota DPR.Seperti diberitakan sebelumnya, Kongres AS pada September 2007 mendatang berencana memberlakukan kebijakan restriksi bantuan militer kepada Indonesia pada tahun anggaran 2008.Keputusan itu akan diambil setelah menerima tuntutan dari sejumlah LSM internasional yang menilai TNI belum sepenuhnya mereformasi dirinya. Termasuk belum adanya pertanggungjawaban TNI atas kasus pelanggaran HAM di Timor Timur.Namun Menhan Juwono Sudarsono menjamin restriksi kemungkinan tidak akan terjadi. Menurut Juwono, Menlu AS Condoleezza Rice telah melakukan intervensi yang meminta Kongres AS tidak memasukkan bahasa restriksi dalam anggaran 2008.
(aba/nrl)











































