Assegaf: Catatan Dana Nonbujeter DKP Bisa Saja Fiktif
Rabu, 13 Jun 2007 16:10 WIB
Jakarta - Catatan keluar-masuk dana nonbujeter DKP bisa saja fiktif alias diragukan kebenarannya. Pengacara Rokhmin Dahuri, M Assegaf, sendiri meragukan kebenaran catatan itu."Dalam catatan itu sendiri, hampir ada 2.000 aliran dana. Sejauh mana kebenaran aliran dana tadi, wallahu a'lam," cetus Assegaf usai mendampingi Rokhmin disidang di PN Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (13/6/2007)."Catatan itu bisa benar, bisa fiktif, bisa di-mark up," imbuh Assegaf.Contoh transaksi fiktif adalah pada catatan yang dibuat mantan Kabag Umum Ditjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil DKP Didi Sadili. Didi membuat transaksi pengembalian uang milik istri Rokhmin, Pigoselpi Anas, diambil dari dana nonbujeter."Pigo mengumpulkan duit dari kantongnya sendiri bersama isteri Alimarwan Hanan dan Hatta Rajasa sebagai dana talangan awal. Kemudian uang itu dikembalikan lagi, tapi oleh Didi Sadili dicatat juga sebagai pengeluaran seakan-akan dari dana nonbujeter," ujar Assegaf."Itulah yang membuat istri Rokhmin marah-marah dan mengatakan uang itu kan dari saya sendiri," ujar Assegaf menirukan Pigo.Pencatatan itu juga tidak akurat. Dalam catatan yang dibuat mantan Sekjen DKP Andin H Taryoto, disebutkan anggota DPR AM Fatwa menerima uang. "Padahal AM Fatwa menerima itu bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPR. Uang itu untuk Yayasan Fatahillah yang dikelola bapaknya yang orang Cirebon," tandas Assegaf.
(aba/nrl)











































