Abu Dujana Si Anak Hilang
Rabu, 13 Jun 2007 15:36 WIB
Bandung - Sosok Aenul Bahri alias Abu Dujana sejak kecil dikenal pendiam, sabar, pintar, dan jarang bergaul. Akan tetapi, Aen juga dikenal sebagai si anak hilang. Berulang kali dia meninggalkan rumah tanpa kabar berita.Yaya Sunarya (72), paman Abu Dujana, saat ditemui wartawan di rumah keluarga Dujana, Kampung Cisadang, Desa Mandalam Sari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung, Rabu (13/6/2007), banyak bercerita tentang Aen.Menurut dia, setelah tamat sekolah di kampung, Aen melanjutkan nyantri di pondok pesantren di daerah Cibeureum, Cimahi. "Setelah tamat dia pulang. Waktu itu kebetulan ada orang Pakistan yang datang ke kampung untuk menawarkan siapa yang ingin kuliah di Malaysia," ujarnya.Abu yang kebetulan tertarik, tanpa memberitahukan kepada orangtuanya, pergi begitu saja meninggalkan kampung halamannya. Selama 4 tahun dia menghilang tanpa kabar berita."Tidak pernah kirim surat, orangtuanya sudah menganggap dia sebagai anak hilang," ujar Yaya.Namun setelah 4 tahun menghilang, Abu tiba-tiba muncul di rumah. Selama satu tahun dia tinggal di tanah kelahirannya. Hanya saja ada perubahan yang mencolok. Sikapnya menjadi lebih keras, terutama terhadap kaum non muslim. Bahkan dia pernah mengusulkan agar rumah kaum non muslim yang ada di kampungnya dibakar saja.Akan tetapi, Abu Dujana tetap menjadi sosok pendiam dan tertutup. Dia tidak pernah menceritakan kisah hidupnya di negeri jiran Malaysia. Dia hanya mengaku bekerja."Selama 1 tahun di Cimahi, dia sering ke Bandung juga. Setelah itu dia balik lagi ke Malaysia," ungkap Yaya.Sama seperti kepergian sebelumnya, Abu Dujana juga tidak pernah mengirimkan kabar. Namun setahun kemudian, dia pulang. Saat itu dia mengabarkan telah menikah dengan seorang wanita asal Kuningan, Jawa Barat. "Tapi saya tidak pernah bertemu istrinya," kata Yaya.Hubungan keluarga dengan Aen, imbuh dia, memang terputus sejak lama. Bahkan saat ibunya meninggal Februari 2007 lalu, tidak ada yang berupaya memberitahunya."Mau ngasih tahu ke mana. Sampai sekarang Aen belum tahu ibunya meninggal," pungkas Yaya.
(umi/nrl)











































