Skorsing 3 Mahasiswa, Rektor ITS Dikatai Gila
Rabu, 13 Jun 2007 11:54 WIB
Jakarta - "Ganyang rektor gila yang suka skorsing mahasiswa!". Begitu umpatan kekesalan mahasiswa-mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang berdemo di depan kantor Depdiknas.Ya, sekitar 15 mahasiswa tersebut kesal 3 temannya diskorsing karena membeberkan perselingkuhan pemilik modal, pemerintah dan kampus dalam kasus lumpur Lapindo. Mereka membeberkannya dalam seminar jalanan di depan rektorat kampus ITS pada Maret 2007.Perselingkuhan yang dimaksud adalah penelitian dampak lingkungan Lapindo pada masyarakat. "Penelitian tersebut tentang analisis mengenai dampak lingkungan Lapindo. Tapi itu dilakukan sebelum semburan lumpur terjadi," jelas Wawan, koordinator aksi.Rupanya pihak rektorat kampus ITS kurang senang. Tertanggal 16 Mei 2007, 3 mahasiwa yang bernama Yuliani, Tomy Dwinta Ginting, dan Benny Ihwani diskors dengan SK nomor 2908/12/KM/2007.Tidak puas atas tindakan kampus, teman-teman ketiga mahasiswa melakukan orasi di kantor Departemen Pendidikan Nasional, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (13/6/2007). Mereka menuntut skorsing pada 3 mahasiswa tersebut dicabut."Cabut, cabut, cabut skorsing sekarang juga," teriak 15 mahasiswa ITS itu sambil loncat-loncat. Poster-poster berisikan umpatan dan tuntutan terus diacung-acungkan. Spanduk juga mereka gelar. Isinya antara lain "Adili rektor-rektor penindas" dan "Ganyang rektor gila yang suka skorsing mahasiswa".Aksi mereka ini mengundang perhatian pengendara yang melintas di depan Ratu Plaza dan kantor Depdiknas. Namun hal itu tidak sampai membuat kemacetan.Sementara, pagar kantor Depdiknas tertutup rapat. Tidak ada pegawai kantor pimpinan Bambang Sudibyo menyaksikan demo tersebut, kecuali seorang satpam yang berjaga-jaga.
(ana/sss)











































