Mbah Tardjo: Agung Tidak Menghargai Kolektivitas

Mbah Tardjo: Agung Tidak Menghargai Kolektivitas

- detikNews
Rabu, 13 Jun 2007 11:31 WIB
Jakarta - Tidak menghargai kolektivitas. Itulah penilaian Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno pada Ketua DPR Agung Laksono. Soetardjo menyayangkan tindakan Agung yang mengirim surat pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pergantian antar-waktu (PAW) Zaenal Ma'arif."Ya iya. Dulu zaman Pak Akbar (Akbar Tanjung), kolektivitas dan koordinasi DPR begitu bagus. Sekarang tidak. Oleh karena itu kita mengirim surat, karena mestinya surat keluar itu harus melalui rapat pimpinan dan keputusan bersama," kata Soetardjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/6/2007).Sebelum memproses PAW Zaenal, kata Soetardjo, KPU seharusnya menanggapi terlebih dahulu surat dobel dari pimpinan DPR."Ya KPU harus mengirim dulu surat balasannya ke DPR, bagaimana tanggapannya terhadap surat tersebut. Biar DPR satu suara dulu baru diproses," kata pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini.Menurut Soetardjo, langkah tiga pimpinan DPR yang mengirim surat berbeda ini dimaksudkan untuk mengembalikan semangat kolektivitas di antara pimpinan DPR. Sehingga ketua DPR tidak berjalan sendiri dalam setiap pengambilan keputusan"Kita ingin kolektivitas itu dikembalikan agar DPR solid," kata politisi gaek asal PDIP ini.Apakah para wakil ketua DPR akan memberi sanksi berupa mosi tidak percaya kepada Agung? "Kalau Pak Agung nggak mau berubah sikapnya..." ujarnya sesaat terdiam. "Saya rasa nggak, DPR sekarang baik-baik," lanjut pria berkacamata ini sambil tertawa.Apa ini berarti wakil ketua yang lain tidak mau Zaenal di-recall? "Mau aja. Ini buat beban saja kok," cetus Mbah Tardjo. (fiq/sss)


Berita Terkait