Pembangkit Nuklir Pertama Bakal Dimiliki Negeri Gajah Putih
Rabu, 13 Jun 2007 10:18 WIB
Bangkok - Thailand akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang pertama di negeri itu. Perusahaan listrik negara, Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (EGAT) akan menginvestasikan sekitar US$ 6 miliar untuk membangun proyek nuklir tersebut.Pembangkit nuklir itu diharapkan akan mulai beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Pembangkit tersebut akan memproduksi 4 ribu megawatt listrik sebagai bagian dari rencana energi jangka panjang negeri Gajah Putih itu untuk mengatasi kekurangan energi."Pembangunan pembangkit tenaga nuklir tak bisa dihindari oleh Thailand, mengingat kondisi meningkatnya permintaan listrik saat ini," kata pimpinan EGAT Kraisi Kanasuta kepada kantor berita AFP, Rabu (13/6/2007).Thailand saat ini bergantung pada gas alam untuk sekitar 70 persen tenaga listriknya. Sisanya berasal dari tenaga air, minyak dan batu-bara. Sepertiga dari gas alam yang dikonsumsi di Thailand merupakan impor khususnya dari Myanmar.Rencana pembangunan proyek ini ditentang oleh para ahli lingkungan hidup. Selain karena biayanya lebih mahal, tenaga nuklir juga berbahaya."Tenaga nuklir sangat mahal dan berbahaya. Jika kita memiliki pembangkit nuklir, apa yang akan kita lakukan dengan sampah nuklir di masa mendatang," cetus Tara Buakamsri, ahli lingkungan hidup Thailand dari organisasi Greenpeace.Thailand sebenarnya telah melirik pembangkit nuklir sejak 30 tahun silam. Namun gagasan itu dibatalkan setelah negeri itu menemukan cadangan gas alam di Teluk Thailand. Namun kini, cadangan gas alam tersebut kian menipis.
(ita/sss)











































