Gerak Abu Dujana Dikunci Polisi

Gerak Abu Dujana Dikunci Polisi

- detikNews
Selasa, 12 Jun 2007 21:27 WIB
Jakarta - Upaya penangkapan anggota kelompok teroris oleh Mabes Polri semakin gencar. Setelah menangkap 5 orang yang diduga komplotan Abu Dujana, polisi kini mengaku telah mengunci keberadaan otak komplotan, Abu Dujana, yang dicari selama ini."Dia sudah kita kunci. Sudah dalam target," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (12/6/2007).Menurut Sisno, saat ini polisi masih terus melakukan pencarian di beberapa lokasi untuk mengungkap jaringan teroris yang paling dicari tersebut."Tim di lapangan masih terus bekerja," kata Sisno tanpa merinci daerah mana saja yang disisir. Dalam kesempatan itu, Sisno juga menceritakan sepak terjang Abu Dujana. Pria bernama asli Ainul Bahri itu lahir pada 1969 dan dibesarkan di Cianjur, Jawa Barat.Sisno mengatakan, pria yang memiliki tinggi kurang lebih 160 cm dan berkulit kuning langsat ini fasih beberapa bahasa, antara lain Arab, Inggris, Indonesia, dan Sunda."Dia memiliki peran melindungi Noordin M Top (buron) dan Dr Azahari (almarhum). Dia juga ahli merakit bom dan merekrut anggota," jelas Sisno.Dalam struktur Jamaah Islamiyah (JI), lanjut Sisno, Abu Dujana juga memegang peran sebagai sekretaris pusat JI. "Pernah juga menjadi panglima lapangan dan pengatur strategi ledakan sejumlah bom di Indonesia," tutur dia.Pada tahun 1989, Abu Dujana pergi ke Afghanistan dan mendapat pedidikan militer dari pusat latihan militer di akademi militer mujahidin Afghanistan di Sadda, Pakistan."Di Afghanistan, dia bertemu dan bersahabat dengan Zulkarnain untuk melakukan pengeboman di Bali pada 2002. Di medan perang itulah kemampuannya terasah untuk menggunakan senjata ringan dan meracik bom," beber Sisno.Abu Dujana ikut berperang di Afghanistan hingga 1991. Selepas itu, dia keluar dari Afghanistan dan menjadi guru di pesantren Lukmanul Hakim, Johor, Malaysia."Di tempat inilah dia berkenalan dengan Mukhlas, terpidana bom Bali I dan menjalin persahabatan dengan Noordin M Top," lanjut Sisno.Persahabatan Abu dengan Noordin terus terjalin hingga terjadinya aksi peledakan Hotel JW Marriott di Kuningan, Jakarta, pada 2003. Bahkan setelah peledakan itu, Abu ikut membantu dan melindungi Noordin dan Azahari dalam pelarian ke Yogyakarta dan Solo. (rmd/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads