Wanita Anggota Komplotan Hipnotis Ditangkap di Palembang

Wanita Anggota Komplotan Hipnotis Ditangkap di Palembang

- detikNews
Selasa, 12 Jun 2007 17:43 WIB
Palembang - Seorang anggota komplotan hipnotis yang sering beroperasi di berbagai kota di Indonesia tertangkap di Palembang. Dia seorang wanita berparas cantik.Pelaku yang merupakan ibu rumah tangga ini bernama Heryani (44), warga Jalan Tanah Tinggi, RT 18/07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Barat. Kini Heryani mendekam di Markas Kepolisian Kota Besar Palembang, Jakabaring, Palembang, guna mengikuti proses penyelidikan atas kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.Heryani tertangkap oleh anak calon korbannya, yakni Ningsih (53), warga Jalan Letnan Jaimas, RT 04, Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.Awalnya, berdasarkan pengakuan Heryani kepada polisi, dirinya bersama bersama ketiga temannya mencari mangsa di depan kantor Bank Mandiri, samping Pasar Cinde, Jalan Jenderal Sudirman, pada Senin 11 Juni sekitar sekitar pukul 08.00 WIB.Saat itu Ningsih berdiri di depan Bank Mandiri tersebut, setelah usai berbelanja di pasar Cinde. Lalu muncul seseorang yang mengajak Ningsih berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, sehingga membuat Ningsih bingung.Belum lagi hilang rasa bingung Ningsih, datang lagi seorang pelaku dan ikut nimbrung dalam perbincangan itu. "Mereka katanya hendak menukarkan uang dolar Singapura dengan uang kita untuk dibagi-bagikan kepada orang miskin," kata Ningsih kepada polisi. Setelah itu, korban diajak untuk ke Bank Lippo. Namun, dalam perjalanan ke arah Cinde, mereka bertemu tersangka Heryani dan Rahman (otak komplotan) naik mobil Kuda nopol B 8883 OZ.Ningsih mendapatkan penjelasan dari pelaku yang berbahasa Mandarin bahwa Heryani adalah kepala sebuah bank. Apalagi saat itu Heryani menggunakan ID Card pegawai bank.Lalu, Ningsih diajak ke Bank Lippo untuk menukarkan dolar Singapura. Guna menyakinkan Ningsih, salah seorang tersangka masuk ke Bank Lippo berpura-pura menukarkan uang. Saat balik ke mobil, dia bawa duit Rp 5,5 juta. Ningsih saat itu merasa curiga, tapi dia tidak dapat menolak ajakan mereka ke bank.Setelah itu, para pelaku membujuk korban untuk menukarkan uang miliknya dengan uang dolar yang mereka bawa. Karena tak membawa uang, korban diantar pulang ke rumah untuk mengambil buku tabungan, dan pelaku mengajak korban ke Bank Mandiri.Nah saat itu, anak korban, David, merasa curiga saat mengetahui ibunya pulang ke rumah, dan keluar lagi dari rumah bersama keempat pelaku dengan membawa buku tabungan Bank Mandiri yang saldonya sekitar Rp 100 juta.Dia kemudian menelepon korban dan langsung menjemput ibunya di lokasi. Melihat kedatangan anak korban, tiga pelaku yang semuanya laki-laki langsung melarikan diri dengan mengendarai mobil Kuda yang mereka tumpangi.Sedangkan Heryani berhasil ditangkap, dan diserahkan ke Mapoltabes Palembang. Di hadapan petugas piket unit Ranmor Poltabes Palembang, tersangka mengaku hanya diajak Rahman dan kawan-kawannya."Saya ditelepon Rahman disuruh ke Palembang. Katanya, cari uang di Palembang mudah. Makanya, tadi pagi aku berangkat dari Jakarta pakai pesawat. Dia janji akan mengganti semua biayanya," kata tersangka kepada polisi.Heryani mengenal Rahman sejak bersekolah di SMP yang sama di Jakarta. Soal ID Card pegawai bank itu, diakui diberikan Rahman.Kasat Reskrim Kompol Bagus Srigustian kepada pers di kantornya, Jakabaring, Selasa (12/06/2007), mengatakan Heryani tengah diproses pemeriksaan. "Kita mencari kemungkinan korban lain, sebab sebelumnya banyak laporan korban kejahatan hipnotis. Serta membongkar jaringan mereka. Dan, kita juga mengejar tiga pelaku lainnya," kata Bagus. (tw/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads