Golkar Belum Akan Sikapi Perjanjian Pertahanan RI-Singapura
Selasa, 12 Jun 2007 12:29 WIB
Jakarta - Berbeda dengan PPP dan PAN yang menolak Defence Cooperation Agreement (DCA) atau perjanjian pertahanan Indonesia-Singapura, Golkar belum menentukan sikap. Sebab, partai berlambang pohon beringin ini belum membahasnya secara internal."Golkar belum melakukan analisis yang mendalam, jadi kita belum memutuskan apakah menerima atau menolak," ujar anggota Komisi I DPR dari FPG Yuddy Chrisnandi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/6/2007).Namun secara pribadi, menurut dia, perjanjian pertahanan tersebut tidak memberikan keuntungan terhadap profesionalisme TNI. Karenanya, sebelum diratifikasi, DCA harus direvisi terlebih dahulu. Utamanya adalah pasal-pasal yang dinilai menguntungkan Singapura."Sebelum diratifikasi harus diperbaiki. Diberi tambahan di pasal-pasalnya," lanjut Yuddy.Dibeberkan dia, dalam pasal 3 perjanjian tersebut, semuanya menguntungkan Singapura. Sebab ada poin-poin yang menurut Yuddy menguntungkan Singapura."Perlu penambahan di pasalnya, jadi dibuat RI-Singapura harus melakukan aliansi strategis untuk perkembangan teknologi pertahanan nasional Indonesia," tukas dia.
(nvt/nrl)











































