JK Dicecar & Dicelotehi Anak TK
Selasa, 12 Jun 2007 12:15 WIB
Jakarta - Dicecar demonstran, JK mungkin sudah biasa. Tapi kalau dicecar anak TK, bagaimana kiat JK menghadapinya. Apalagi pertanyaannya berat-berat. Kenapa harga bensin dan minyak goreng naik?Setelah bernyanyi bersama, satu per satu murid TK Labschool Rawamangun mengajukan pertanyaan kepada Wapres Jusuf Kalla. JK pun dicecar pertanyaan tentang rahasia menjadi wapres, bola, hingga harga bensin dan minyak goreng yang naik.272 Siswa-siswi TK Labschool Rawamangun yang didampingi 25 guru dan karyawan diterima JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2007).Siswa-siswi yang mengenakan seragam batik merah dengan celana dan rok warna putih ini duduk rapi di bangku-bangku yang disediakan."Waaaah....ini cucu-cucu saya semua. Bangun jam berapa? kata JK menyapa ramah."Jam 5 Pak...Jam 4...," sahut para siswa berbarengan."Waduh jam 5, pagi-pagi sekali," ujar JK yang mengenakan kemeja polos warna krem ini.Namanya anak-anak, mereka tampak berisik dan berceloteh ria meski bertemu dengan orang nomor dua di Indonesia ini. Ada yang serius mendengarkan, ada juga yang mengobrol dan bercanda dengan teman-temannya."Siapa yang mau nyanyi? Ayo nyanyi...," ajak JK ramah."Tralala...trilili hatiku gembira....! Syair lagu itu pun didendangkan JK bersama para siswa.JK kemudian melontarkan beberapa pertanyaan.Siapa yang mau jadi presiden? tanya JK.Semua siswa siswi yang hadir mengangkat tangannya."Wah semuanya ya....," ujar JK sambil tersenyum."Siapa yang mau jadi wapres," kata JK lagi.Namun hanya sedikit anak yang mengangkat tangan. "Wah kurang ya," cetus JK sambil tertawa.Setelah puas bertanya, JK pun mempersilakan anak-anak TK balik bertanya."Bapak Wapres yang terhormat, saya mau tanya, pernah ikut lomba apa"? tanya Maudy."Banyak. Tetapi saya tidak TK. Saya tinggal di kampung, jadi waktu kecil belum ada TK," sahut JK."Pak, bagaimana caranya jadi wapres?" tanya seorang siswa laki-laki."Pertama, sekolah yang baik, biar bisa menjadi presiden. Kalau tidak pintar, tidak bisa jadi wapres, guburnur, ataupun wakil gubernur. Kedua, hormat kepada orangtua," tutur JK berbagi resep rahasianya."Kamu mau jadi apa"? ujar JK bertanya balik."Pemain bola," sahut bocah berkacamata itu."Pemain bola kan tidak pakai kacamata," goda JK."Nanti kalau sudah sembuh," sahut bocah itu dengan nada enteng.JK pun bertanya siapa pemain sepakbola yang menjadi idola anak itu."Ronaldo," kata siswa yang mengaku tidak pernah menonton bola. Dia hanya diberitahu sang ayah mengenai pemain sepakbola dari Brasil itu.Bensin & Minyak GorengJK dengan sabar terus mempersilakan anak-anak TK bertanya. "Yang tanya jangan diatur guru, nanti pertanyaan guru," ujar JK seraya wanti-wanti.Danang tampak mengangkat tangan. "Kenapa harga bensin naik?" kata Danang."Kamu mau demo nggak?" kata Kalla.Danang menggelengkan kepala menjawab pertanyaan JK."Kenapa tanya?" ujar JK."Mau tanya saja," sahut Danang enteng disambut tawa para hadirin."Harga bensin naik, karena biaya bikin bensin mahal," terang JK."Kalau jadi gopek gimana, Pak?" tawar Danang yang disambut gelak tawa teman-temannya.Wajah JK tampak kebingungan mendengar kata gopek. Dia pun bertanya pada sang ajudan. "Oh... lima ratus rupiah. Wah, tidak bisa. Nanti rugi negara. Tidak bisa bikin sekolah lagi," terang JK.Jenna juga menanyakan harga minyak goreng yang membumbung tinggi. "Minyak goreng sekarang kenapa mahal, Bapak. Kan di pantai banyak pohon kelapa," kata Jenna.JK ketawa renyah mendengar pertanyaan Jenna. "Sekarang kalau bikin minyak goreng bukan lagi dari kelapa, tetapi dari kelapa sawit. Harganya mahal di dunia, terpaksa naik di sini. Pemerintah mau turunkan harganya," beber Ketua Umum Partai Golkar ini."Kamu suka makan goreng-gorengan," tanya JK."Suka," sahut Jenna cepat.Melihat gigi Jenna yang ompong dan menghitam, JK pun bertanya. "Itu gigi kenapa berlubang," kata JK."Goyang, Pak," sahut Jenna.Giliran Fathur menanyakan umur JK."65 Tahun, kamu berapa? kata JK."6 tahun Pak," jawab Fathur."Jadi 65 tahun sama 6 tahun bedanya berapa," tanya JK.Fathur bingung menjawab. "Jadi umur kita beda 59 tahun," kata JK.Murid TK kemudian dijamu kue-kue ringan yang dikemas dalam kotak. Suasana tampak akrab dan penuh canda tawa riang.
(aan/sss)











































