Ribuan Warga Tolak PLTN Muria di Alun-alun Kudus

Ribuan Warga Tolak PLTN Muria di Alun-alun Kudus

- detikNews
Selasa, 12 Jun 2007 11:20 WIB
Kudus - Indonesia melirik penggunaan teknologi nuklir. Pemerintah pun berancang-ancang membangun PLTN Muria di Jawa Tengah.Rencana ini menuai pro dan kontra. Yang kontra, tentu saja terus menolak rencana pembangunan PLTN yang ditargetkan bakal beroperasi pada 2015 ini.Aksi penolakan antara lain digelar sekitar 3.000 orang dari berbagai elemen seperti Walhi, LSM Masyarakat Reksa Bumi (Marem), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), mahasiswa, dan berbagai ormas di Kudus, Jawa Tengah."Kami demo di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus sejak pukul 09.00 WIB. Sekarang kami long march ke Kantor DPRD Kudus untuk meneruskan aksi," ujar Wakil Ketua LSM Marem, Hassan, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/6/2007).Aksi tersebut dilakukan dengan tujuan pemerintah meninjau kembali rencana pembangunan PLTN Muria. Sebab adanya PLTN tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya bagi manusia."Teorinya, satu dibanding sejuta baru ada kecelakaan nuklir. Tapi kenyataannya, dari 32 PLTN yang ada, sudah ada 6 yang bocor," jelas Hassan.Menurutnya, fungsi ekonomis PLTN hanyalah 40 tahun. Namun limbahnya hingga 24 ribu tahun masih terasa. "Contohnya bisa dilihat di Hiroshima, Jepang," cetusnya.Apalagi, lanjutnya, selama ini sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat sekitar juga dirasa belum cukup. "Sosialisasi dengan ngasih beras sambil bilang mau ada pembangunan PLTN. Ini kurang jelas. Masyarakat tidak tahu apa kebaikan dan dampak buruknya," bebernya.Massa juga berniat mengumpulkan tanda tangan penolakan pembangunan PLTN Muria untuk diserahkan kepada Presiden SBY dan DPR. "Kalau sudah terkumpul, dalam waktu dekat kami bawa ke Jakarta," tukasnya. (nvt/nrl)


Berita Terkait