Cacing Mengular, Antrean Kontainer Hingga 10 Km

Cacing Mengular, Antrean Kontainer Hingga 10 Km

- detikNews
Senin, 11 Jun 2007 15:54 WIB
Jakarta - Hindari kawasan Cakung-Cilincing (Cacing) yang menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Kini sedang macet berat. Antrean kendaraan mencapai 10 km akibat perbaikan dua jembatan yang menghubungkan kawasan Marunda dan pelabuhan.Wajah Suwarno terlihat kesal. Sopir kontainer tersebut ngedumel karena kendaraan besarnya diam tak bergerak. Pria berusia 34 tahun tersebut terjebak dalam antrean kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Tanjung Priok."Jadi lama banget. Biasanya sehari bisa 4 kali PP. Sampai siang ini baru dua kali," keluh Suwarno yang terlihat basah dengan peluh, saat ditemui detikcom di antara antrean kendaraan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/6/2007).Ya, Suwarno tidak sendiri. Ratusan sopir kendaraan pribadi, kontainer dan angkot terjebak di jalan sepanjang Cakung dan Cilincing tersebut. Mereka harus bersabar untuk masuk dan keluar pelabuhan, mengingat dua jembatan yang menghubungkan kawasan Marunda dan pelabuhan rusak berat.Untuk masuk ke pelabuhan, kendaraan harus melewati jembatan Buntung, atau warga sekitar menyebutkan jembatan Rusun Marunda. Sebaliknya, kendaraan yang mau ke luar pelabuhan menuju Kawasan Berikat Nusantara harus melewati jembatan Marunda. Keduanya rusak berat. Lobang berdiameter 1,5 meter menganga, menyita hampir setengah bahu jalan. Tidak hanya itu, lobang-lobang kecil juga menjadi teman lobang besar tersebut.Akibatnya, kendaraan yang melewati kedua jembatan harus antre, super hati-hati dan memelankan laju kendaraannya. Alhasil antrean kendaraan mengular.Perbaikan jalan sesungguhnya sudah dilakukan sejak seminggu lalu. Hanya saja, padatnya kendaraan siang-malam yang keluar-masuk pelabuhan menjadi penghambat para pekerja memperbaiki kedua jembatan tersebut. Alternatif sementara yang dilakukan adalah dengan memasang lempengan baja untuk menutupi lobang.Namun usaha itu hanya untuk sementara. Lempengan baja itu melengkung, tidak mampu menahan ratusan kontainer yang bolak-balik ke pelabuhan. Alhasil, sejak Senin pukul 09.00 WIB kemacetan tak bisa dihindari. Polisi yang mengatur lalu lintas kendaraan di dekat jembatan juga tak bisa berbuat banyak.Akibat kemacetan tersebut sangat dirasakan oleh para sopir kontainer. Pendapatan mereka berkurang. Jika biasanya mereka dalam 4 rit mereka bisa mengantongi Rp 100 ribu, kini pendapatan mereka otomatis berkurang."Ya, sekarang pulang hanya dapat separohnya," ketusnya Suwarno dengan muka kusut. (ana/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads