Bentrok Mahasiswa Papua Vs Warga di Yogya Harus Diusut

Bentrok Mahasiswa Papua Vs Warga di Yogya Harus Diusut

- detikNews
Senin, 11 Jun 2007 15:13 WIB
Yogyakarta - Bentrokan antara mahasiswa Papua dengan warga kampung Pingit Kota Yogyakarta harus diusut tuntas. Kedua belah pihak juga diminta menahan diri.Hal tersebut disampaikan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, di kantornya, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (11/6/2007)."Itu (bentrokan) merupakan perbuatan melanggar hukum, sehingga hukum tetap harus ditegakkan. Yang melanggar hukum harus diproses," kata Sultan.Sultan meminta kedua belah pihak yang terlibat bentrokan dapat menjaga kerukunan. Kedua kelompok diharapkan bisa menahan diri dantidak melakukan aksi balasan.Sultan menambahkan, dirinya telah meminta Walikota Yogyakarta, HerryZudianto dan Kapoltabes Yogyakarta Kombes Haka Astana untuk menjembatani kedua belah pihak. Masing tokoh dari kedua belah pihak harus dipertemukan dalam sebuah dialog. Dengan demikian masalah yang terjadi cepat diselesaikan."Kami tak ingin masalah ini berlarut-larut. Sebab Yogyakarta selama ini dikenal aman. Jika ada keributan akan sangat merugikan semuanya," tutur Sultan.Sultan juga menjelaskan, puluhan rumah yang dirusak akibat bentrokan tersebut sudah didata oleh Pemkot Yogyakarta. Selanjutnya Walikota Yogyakarta secepatnya harus memberikan bantuan perbaikan."Kaca dan genting yang pecah akibat kena lemparan batu, perabot rumah yang rusak juga harus segera diganti dan diperbaiki," katanya.Pemkot Yogya juga diminta membantu biaya perawatan korban bentrokan, Kasiman (40) dan Wasiko (32). Keduanya warga kampung Pingit, Kelurahan Bumijo dan dirawat di RSU Dr Sardjito karena luka parah akibat dipukuli mahasiswa Papua. Mereka harus dioperasi dan menjalani perawatan yang lama.Menurut pantauan detikcom, lokasi bentrokan di sekitar kampung Pingit, tepatnya di simpang tiga Jl Tentara Rakyat Mataram (TRM) dengan Jl Kyai Mojo masih dijaga satu peleton aparat Poltabes Yogyakarta. sejumlah warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, masih trauma. Penjagaan polisi juga terlihat di Asrama Mahasiswa Papua di Jl Kusumanegara. Di tempat ini disiagakan sekitar 20 personel Buser Poltabes Yogyakarta. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads