Tolak Hadiri Interpelasi Iran, SBY Diancam Interupsi 16 Agustus
Senin, 11 Jun 2007 11:52 WIB
Jakarta - Ketidakhadiran presiden saat diundang dalam rapat interpelasi Iran mengancam hubungan Presiden-DPR. Jika SBY menolak hadir dalam undangan kedua kalinya, FPDIP akan mengancam akan menginterupsi dan meminta klarifikasi SBY dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2007."Kalau Presiden masih tidak hadir memenuhi undangan DPR, kita akan menginterupsinya di sidang pidato kenegaraan. Bayangkan nanti ada dubes-dubes dan rakyat menyaksikan, apa nggak malu?" cetus anggota PDIP Agus Condro Prayitno pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2007).Agus juga meminta SBY menegur jubirnya, Andi Mallarangeng, yang memberikan pernyataan seenaknya terkait interpelasi. Karena pernyataan itu akan semakin memperburuk hubungan DPR dan kepresidenan."Presiden mencoba untuk mengakomodir siapa pun, tidak konfrontasi dengan siapa pun, tapi kenapa dengan DPR ada konfrontasi. Presiden harus menegur Andi yang ceplas-ceplos," katanya.Sementara Ketua FPPP Lukman Hakim Saifuddin meminta SBY memenuhi undangan DPR untuk kedua kalinya. "Kita jangan underestimate dulu dengan Presiden. Dia itu seorang negawarawan. Kalau sampai tidak hadir ini jadi pertaruhan," katanya.
(umi/nrl)











































