Ngotot Interpelasi Iran, Yuddy Chrisnandi Bakal Kena Sanksi
Senin, 11 Jun 2007 11:36 WIB
Jakarta - Sikap ngotot anggota FPG Yuddy Chrisnandi meminta kehadiran Presiden SBY dalam interpelasi Iran bakal berbuntut panjang. Pada 13 Juni nanti, DPP Partai Golkar akan menggelar rapat khusus menyangkut sanksi untuk Yuddy."Saya dengar tanggal 13 Juni akan ada rapat yang membahas soal Yuddy," kata sumber detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2007).Saat ini ada dua kubu dalam tubuh Golkar terkait status dukungan interpelasi Iran yang meminta kehadiran SBY. Kubu yang kontra interpelasi, kata sumber itu, didukung Sekjen DPP Golkar Sumarsono, Ketua DPP Firman Subagyo, Ketua DPP Syamsul Muarif, dan anggota FPG DPR Idrus Marham.Sedangkan kubu yang pro interpelasi Iran antara lain Burhanuddin Napitupulu, Yorris Raweyai, dan Hajrianto Tohari."Ini yang masih bertarung di dalam, meskipun sikap fraksi mendukung siapa pun yang hadir, tidak harus presiden," tegas dia.Yuddy saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku keputusannya mendukung interpelasi Iran sebagai langkah tepat dan benar, karena tidak ada instruksi yang jelas dari Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang melarang mempertanyakan kehadiran presiden."Kita merasa langkah kita sudah benar," tegas Yuddy.
(umi/sss)











































