3 Warga Kp Pingit Diperiksa Kasus Bentrokan Mahasiswa Papua

3 Warga Kp Pingit Diperiksa Kasus Bentrokan Mahasiswa Papua

- detikNews
Sabtu, 09 Jun 2007 22:00 WIB
Yogyakarta - Bentrokan terjadi antara mahasiswa Papua denga warga Kampung Pingit Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Pihak kepolisian pun hingga sore ini meminta keterangan 3 warga karena diduga melakukan penganiayaan.Demikian disampaikan Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Haka Astana saat dihubungi detikcom, Yogyakarta, Sabtu (9/6/2007)."Maaf namanya belum, tapi ada 3 orang yang kita mintai keterangan. Selain itu juga ada warga Papua yang kita minta keterangan untuk cross check," kata Haka.Menurut Haka, kepolisian juga sudah koordinasi dengan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto. Walikota pun menyanggupinya dan berjanji akan membantu warga yang mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.Haka menjelaskan, akibat bentrokan ini beberapa warga yang terkena lemparan batu dirawat di RS Sardjito.Mengenai kronologi kejadiannya, Haka belum dapat menjelaskan secara detail. Menurutnya, bentrokan berawal saat mahasiswa Papua mendatangi Kampung Pingit. Pada Rabu malam, memang ada senggolan motor dengan mobil milik pembeli di toko elektronik A Takrib, di Simpang Tiga Kampung Pingit. Motor dikendarai Johanes Kambuaya (23) mahasiswa Perguruan Tinggi swasta di Yogyakarta. Johanes pun dipukul warga hingga luka-luka.Buntut insiden itu, mahasiswa Papua mengamuk dengan melempar batu dan mengobrak-abrik beberapa toko sehingga warga ketakutan.Bentrokan berhasil direlai oleh aparat kepolisian, warga Papua pun diminta meninggalkan TKP. Mereka sempat mengadu ke kantor Gubernur DIY di Kepatihan ."Saya tidak menyangka Yogya yang sebelumnya kota kondusif, tidak ada bentrokan, tahu-tahu ada bentrokan seperti tadi. Semua akan tetap kita proses," pungkas Haka. (mly/mly)


Berita Terkait