Keluh Kesah Suciwati Tentang Komnas HAM
Sabtu, 09 Jun 2007 18:07 WIB
Jakarta - Begitu banyak kasus pelanggaran HAM berat yang selalu terbentur oleh tembok tinggi. Janda aktivis HAM Munir Suciwati pun menceritakan pengalamannya dengan Komnas HAM.Keluh kesah Suci disampaikan dalam acara penandatanganan kontrak kerja calon anggota Komnas HAM, di Hotel Cemara, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2007)."Sebenarnya begitu lama apa yang dilakukan oleh keluarga korban terbentur tembok. Yang mestinya selama ini Komnas HAM hadir di tengah-tengah keluarga korban, tapi justru memberikan tembok yang sangat tinggi," curhat Suci.Suci mencontohkan, orang selalu bicara sudah bertahun-tahun kerja di Komnas HAM. Namun saat suaminya meninggal, Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara menolak menjadi tim pencari fakta."Alasannya karena dia memimpin lembaga yang independen. Tapi apa yang dilakukannya, tidak ada satu pun. Itu amat sangat menyakitkan," ujarnya.Menurut Suci, Munir sama-sama berjuang dalam HAM. Namun, tak ada satu pun orang dari Komnas HAM yang mempunyai inisiatif untuk bergerak."Kalau dia independen, harusnya melakukan sesuatu. Tapi tidak ada, justru dari lembaga luar negeri. Komnas sampai detik ini tidak ada, kenapa tidak buat tim independen sendiri," pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.
(mly/sss)











































