Puluhan Pedagang Ditatar Soal Daging Sehat dan Halal
Sabtu, 09 Jun 2007 15:55 WIB
Jakarta - Tak seperti biasanya, Solikin (38) pedagang pecel lele dan ayam goreng ini bangun pagi. Kali ini dia memang sengaja menghadiri undangan yang dilayangkan untuknya. Dia ingin mencari pengetahuan tentang makanan sehat dan halal.Pedagang yang biasa mangkal di sekitar Gedung PLN Pusat ini, memang tengah mengikuti pelatihan tentang makanan sehat dan halal yang digelar LAZIS (Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodakoh) PLN Pusat yang bekerjasama dengan PKPU.Acara ini digelar di Gedung PLN Pusat, Jl Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2007). "Saya sudah tahu tentang makanan halal, tapi ini untuk menambah pengetahuan saya," kata Solikin di sela-sela acara.Pedagang yang sudah 10 tahun berjualan ini pun mengaku dirinya selalu mementingkan kehalalan dalam makanan yang dia sajikan kepada pelanggannya. "Dijamin mas," imbuhnya.Pandangan Solikin lalu beralih ke arah pembicara, seorang ahli gizi dari PKPU yakni Irwan Albukhori. Dihadapan sekitar 50 pedagang makanan dan minuman, Irwan lalu menyampaikan berbagai pesan.Salah satunya tips memilih daging sehat dan halal. Menurut dia, daging yang sehat, memiliki ciri-ciri penampakannya tidak mengkilap, berwarna cerah dan tidak pucat, tidak berbau asam atau busuk, dan jika dipegang masih terasa basah namun tidak lengket di tangan, elastis, dan tidak lembek."Jika daging baru dibeli sebaiknya disimpan di dalam lemari es dengan suhu 0-5 derajat celcius, itu dapat mengawetkan daging selama empat hari," kata Irwan.Lebih lanjut, Irwan memberikan tips bagaimana membedakan jenis daging. Apalagi bagi kalangan muslim ada jenis daging tertentu yang tidak diperbolehkan.Untuk daging sapi yang masih baik berwarna merah terang, seratnya halus, dan lemaknya berwarna kuning. Dan daging sapi berwarna coklat menandakan bahwa daging tersebut sudah terkena udara lama."Daging yang kaku dan berwarna gelap menunjukkan bahwa penyembelihan dilakukan pada kondisi yang tidak tepat, misalnya hewan dalam keadaan stres atau kehabisan tenaga," imbuh Irwan.Sedang untuk daging kerbau yang baik berwarna merah tua, seratnya lebih kasar dibandingkan daging sapi, lemaknya berwarna kuning dan keras. "Umumnya tekstur daging kerbau lebih liat dari daging ternak lainnya karena disembelih pada umur tua," urai Irwan.Dan untuk daging kambing, warnanya lebih gelap dibandingkan daging sapi, dengan serat yang halus dan lembut. "Lemaknya keras dan kenyal berwarna putih kekuningan. Daging kambing mudah dikenali karena baunya yang khas dan cukup keras," tegas Irwan.Sementara itu untuk daging ayam yang banyak dikonsumsi, Irwan mewanti-wanti agar memperhatikan lehernya, apakah penyembelihan dilakukan secara sempurna. "Hindari ayam yang terdapat warna merah atau biru serta memar pada kulitnya terutama di daerah sayap. Karena ini mengindikasikan bahwa ayam tersebut sudah mati sebelum disembelih," jelas Irwan.Irwan pun tak lupa memeberikan gambaran mengenai jenis daging babi. Menurutnya, daging ini berwarna merah pucat dengan serat yang halus dan kompak. "Lemaknya berwarna putih jernih, lunak, dan mudah mencair pada suhu ruang," tutur Irwan.Sebelum menutup diskusi, Irwan memberikan pesan agar para pedagang serta masyarakat membeli daging dari tempat yang resmi dan legal serta telah disahkan dinas peternakan setempat. "Selain itu jangan pula tergiur oleh harga yang murah," tandas Irwan.
(ndr/umi)











































